Geografi
Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan di ujung selatan kabupaten Rembang, berjarak lebih kurang 18 km ke arah selatan dari ibu kota kabupaten Rembang, dengan batas-batas wilayah meliputi:
Kecamatan Bulu mempunyai luas wilayah sebesar 10.240 ha. Dengan luas ini, menjadikan kecamatan Bulu sebagai kecamatan dengan wilayah terluas kedua di kabupaten Rembang setelah kecamatan Sale.
-Topografi
Wilayah ini didominasi oleh perbukitan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng.
Tanah di daerah ini umumnya berkapur, berbatu, dan agak tandus, cocok untuk tanaman keras seperti jati, nangka, dan singkong.
Ketinggian rata-rata wilayah sekitar 60–300 meter di atas permukaan laut.
-Cuaca
Kecamatan Bulu beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Suhu udara harian umumnya berkisar antara 23–31°C. Karena berada di kawasan perbukitan kapur Pegunungan Kendeng, udara dapat terasa lebih sejuk dan lebih nyaman dibanding wilayah yang lebih dekat dengan pesisir Kabupaten Rembang yang lembab dan panas. Pada musim kemarau, kelembapan udara cenderung lebih rendah sehingga cuaca terasa lebih kering dan panas pada siang hari.[1]
suhu terendah yang pernah terjadi diperkirakan dapat mencapai sekitar 18–19°C pada malam atau dini hari saat musim kemarau, terutama di daerah perbukitan yang lebih tinggi. Sementara itu, suhu tertinggi saat gelombang panas dan kemarau panjang dapat mencapai sekitar 35–37°C pada siang hari. Curah hujan di wilayah ini umumnya lebih rendah dibanding sebagian wilayah Jawa Tengah yang berada di daerah pegunungan tinggi atau dekat pantai.[2]
-Iklim
Termasuk dalam iklim tropis dengan dua musim: musim hujan (sekitar November–April) dan musim kemarau (Mei–Oktober).
Curah hujan saat musim kemarau diwilayah ini tidak terlalu tinggi, sehingga ketersediaan air menjadi tantangan, terutama di musim kemarau. Curah hujan biasanya cukup berbeda dengan wilayah yang lebih utara. Beberapa wilayah dapat mengalami kekeringan akibat terbatasnya sumber air permukaan. Pada musim kemarau, kelembapan udara di Kecamatan Bulu umumnya lebih rendah dibanding musim hujan. Kelembapan relatif berkisar antara 50–70%, bahkan dapat turun hingga sekitar 40–50% pada siang hari saat cuaca sangat kering. Kondisi ini menyebabkan udara terasa panas dan kering, namun tetap nyaman karena keringat lebih mudah untuk menguap dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Rembang. Sementara pada malam dan pagi hari, kelembapan udara kembali meningkat sehingga suhu terasa lebih sejuk dan lembab.
-Sumber Daya Alam
Batu kapur banyak ditemukan dan ditambang, baik oleh warga lokal maupun industri kecil.
Kecamatan Bulu berada di kawasan batuan kapur tua yang termasuk rangkaian Pegunungan Kendeng. Kondisi geologi ini menyebabkan banyak dijumpai perbukitan karst, tanah berbatu, gua-gua kecil, serta sumber mata air yang muncul di beberapa titik kaki perbukitan.[3]
Sebagian besar wilayah berupa perbukitan bergelombang dengan lembah-lembah kecil di antaranya. Pemandangan khas daerah ini adalah hamparan hutan jati, ladang tadah hujan, serta perbukitan kapur yang mendominasi cakrawala.