Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Untuk mengatasi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta buku teks pelajaran dari penulis/penerbit. Selanjutnya buku-buku tersebut disajikan dalam bentuk buku elektronik(ebook) dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE).
Kendala
Pada praktiknya, penyediaan buku ini mengalami banyak kendala di lapangan. Seperti belum adanya koneksi Internet, komputer, listrik, dst. Namun langkah yang dilakukan oleh Depdiknas ini bisa dikatakan sebagai terobosan.
Penggandaan BSE untuk diperdagangkan.
BSE, baik dalam bentuk buku maupun rekaman cakram (CD/DVD) dapat digandakan dan diperdagangkan dengan ketentuan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dan memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku.
Daftar mata pelajaran
Berikut ini adalah daftar mata pelajaran dalam Buku Sekolah Elektronik
Belakangan menyusul, atas inisiatif bersama Ristek, Depkominfo dan Diknas, bertambah lagi satu koleksi BSE yaitu BSE TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk tingkat SMU.
sekolah, terdapat juga BSE Rujukan Bahasa yaitu:
Kamus Bahasa Indonesia
Tesaurus Bahasa Indonesia
Cermin dari Buku Sekolah Elektronik, berisi 2000 Buku Pelajaran Sekolah