Desa Budur terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Kabupaten Majalengka dan Indramayu. Letaknya yang berada di wilayah strategis menjadikan Desa Budur memiliki wilayah dataran yang lebih luas tanah kosong, dibandingkan dengan wilayah desa sekitarnya. Desa Budur dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (30%), industri genteng (20%) dan tanah pertanian (50%).
Sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0-2000 dpl, sementara kemiringan lereng antara 0-40% dimana 0-3% merupakan daerah berkarateristik kota, 3-25% daerah transmisi dan 25-40% merupakan pinggiran.
Iklim
Desa Budur termasuk daerah iklim tropis, Banyaknya curah hujan 1.351mm per tahun dengan hari hujan 86 hari. Kelembapan udara berkisar antara ± 48-93% dengan kelembapan udara tertinggi terjadi pada bulan Januari-Maret dan angka terendah terjadi pada bulan Juni-Agustus.
Rata-rata curah hujan tahunan di wilayah Cirebon ± 2260mm/tahun dengan jumlah hari hujan ± 155 hari. Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson, iklim di wilayah Cirebon termasuk dalam tipe iklim C dengan nilai Q ± 37,5% (persentase antara bulan kering dan bulan basah). Musin hujan jatuh pada bulan Oktober-April, dan musim kemarau jatuh pada bulan Juni-September.
Keadaan angin terdapat tiga macam angin:
Angin Musim Barat: antara Desember sampai Maret
Angin Pancaroba: antara April sampai Nopember
Angin Musim Timur: antara Mei sampai Oktober
Etimologi
Desa Budur dikenal dengan nama Desa Genteng dan Desa penyokong desa Santri.
Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa dan Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Desa Budur biasa menggunakan dua bahasa, bahasa Sunda dan bahasa Cirebon.