Budaya Arab-Indonesia merujuk kepada jenis kebudayaan peranakan Arab yang berakulturasi dan/atau berasimilasi dengan kebudayaan Indonesia juga budaya Arab yang berkembang di Indonesia.
Dalam seni sastra, bangsa Arab membawa dongeng yang bernama Seribu Satu Malam. Dongeng ini berasimilasi dengan hikayat sebagai sastra asli Nusantara. Hikayat merupakan salah satu bentuk sastra prosa (terutama dalam bahasa Melayu) yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian, serta mukjizat tokoh utama.
Babad mirip dengan hikayat. Penulisan babad seperti tulisan sejarah, tetapi isinya tidak selalu berdasarkan fakta. Sehingga, isinya merupakan campuran antara sejarah, mitos, dan kepercayaan.[1]
Zapin merupakan musik pengiring tari zapin yang terdiri atas dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marawis.
Zapin merupakan tari yang diperkirakan berasal dari Yaman. Zapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zafin yang didendangkan.
Gamis merupakan busana yang bentuknya berupa baju kurung sepanjang mata kaki, umumnya dengan lengan panjang, serupa dengan jubah, kaftan, atau tunik.
Gamis sering kali dipadukan dengan izaar (sarung) atau bantholun (celana pantalon) di bagian dalamnya. Kadang digunakan bersama bisyt (mantel) berwarna gelap.