Brantaksekarjati terletak di sebelah utara berbatasan langsung dengan Desa Robayan dan Desa Purwogondo. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Telukwetan dan Desa Kalipucang Wetan. Pada sebelah timur berbatasan dengan Desa Pelang. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Manyargading dan Desa Bandungrejo.
Administratif
Desa Brantaksekarjati terdiri dari beberapa dukuh, yaitu:
Dukuh Sekarjati: RT 01 s/d RT 07 masuk ke wilayah RW 01
Dukuh Brantak: RT 08 s/d RT 11 masuk ke wilayah RW 02
Sentono Ratu dan Mbah Suro Menggolo yang mula sekali menginjakkan kaki dibumi brantaksekarjati,dimana sebelumnya kawasan ini sebelumnya adalah kawasan hutan belantara yang tak berpenghuni. dia babat alas dari awal hingga melahirkan keturunan dan berdomisili di desa ini.
Dahulu Desa Brantak dan Desa Sekarjati merupakan desa sendiri-sendiri, yaitu sebelum menjadi desa secara administrasi resmi. Karena daerah dua desa tersebut terlalu kecil, maka Brantak dan Sekarjati di gabung menjadi satu desa resmi secara administratif, Oleh sebab itu namanya digabung menjadi Desa Brantaksekarjati.
Di Sekarjati dulu pula tempat persembunyian Presiden Soeharto (presiden RI ke 2) saat masa perang kemerdekaan. Beliau menyembunyikan nama aslinya dari masyarakat sekitar dengan nama samaran Rudi Harto. Saat itu beliau tertembak di lengan kanannya saat masa perang kemerdekaan di daerah kaliboom lalu di sembunyikan dirumah bapak -Mawardi(Petinggi Sekarjati) dan dirawat H Solikhan(anak moden Sekarjati) kala itu. Setelah beliau sembuh kembali melanjutkan pertempuran melewati desa Pelang untuk melakukan gerilya kembali untuk merebut kemerdekaan.
Etimologi
Desa Brantaksekarjati berasal dari tiga kata yaitu Brantak, Sekar, dan Jati. Arti nama Desa Brantaksekarjati adalah Brantak dari kata Brantak (dibaca Brontok) yang artinya bermunculan, Sekar artinya Bunga, Jati artinya Pohon Jati. Sehingga Brantaksekarjati artinya banyak bunga pohon jati yang bermunculan, maksudnya daerah yang banyak pohon jati yang sedang berbunga.
Tokoh
Sentono Ratu , Danyang dukuh Brantak
Mbah Suro Menggolo , Danyang dukuh Sekarjati
Kyai Saleh , Mubaligh keturunan sunan bayat
Kyai Naim ( anak kyai Saleh ), menjadi guru KH Muslim robayan dan KH Ahmad Kholil Bakalan
Pendidikan
Brantaksekarjati memiliki beberapa fasilitas Pendidikan, yaitu: Pendidikan Formal:
PAUD Pelangi, di Brantak
TK Nurul Huda, di Brantak
SDN 1 Brantaksekarjati, di Sekarjati
SDN 2 Brantaksekarjati, di Brantak
Pendidikan Non Formal:
Madrasah Dinniyah Fathul Ulum, di Brantak
Madrasah Dinniyah Miftahul Huda, di Sekarjati
Kesehatan
Brantaksekarjati memiliki beberapa fasilitas sarana kesehatan, yaitu:
Poliklinik Kinanti
Klinik Bidan Siti Ronzidah
Holistic Solution Center
Sosial budaya
Kedua perayaan ini belum pernah sama sekali diselenggarakan, oleh karena itu warga berharap mahasiswa KKN dan Karang Taruna, dan Pemdes bisa bersinergi menyelenggarakan acara ini yang merupakan memperkuat ikatan warga masyarakat juga memperkuat identitas Desa Brantaksekarjati.
Festival Payung Kertas
acara ini diadakan satu tahun sekali. Acara ini meliputi Karnaval Payung Kertas oleh masyarakat umum, lomba mewarnai Payung Kertas oleh siswa-siswi TK, Lomba Tari Payung oleh siswa-siswi SD.
Festival Bunga Jati
acara ini diadakan setiap musim pohon Jati berbunga. Acara ini meliputi sepeda santai yang dihiasi bunga Jati ataupun daun jati mengelilingi Desa Brantaksekarjati.
letak makam mbah Suro Menggolo terletak di Dusun Sekarjati Kulonan Rt 02 Rw 01, Makam yang sekarang lebih bagus karena di gubah seperti bangunan kerajaan yang memiliki genteng wuwungan khas Jepara. Pembangunannya yang swadaya itu di arsiteke oleh Mas Gopang Ahli bangunan yang cekatan dan berjiwa seni tinggi.