Populasi penduduk distrik ini setiap tahun selalu terjadi penambahan dan lebihnya juga ada pengurangan melalui angka kematian setiap tahunnya 15%, dan jarang dikunjungi dokter spesial walaupun telah di tugaskan Pemerintah Daerah namun kondisi daerah tidak memungkinkan.
Distrik Borme memiliki bahasa suku yaitu bahasa Ketengban. Dan bahasa ketengban adalah bahasa terbesar no-2 di kabupaten Pegunungan Bintang karena 50% penduduk Pegunungan Bintang berasal dari suku Ketengban.
Transportasi
Transportasi umum yang masih digunakan masyarakat kecamatan Borme adalah pesawat capung jenis caravan, sampai saat ini belum ada jalan darat. Ini terjadi karena kecamatan Borme 98% adalah pegunungan, itu sebabnya pemerintah mau bangun jalan juga sulit.