Pada tanggal 13 Februari 2017, sebuah bom bunuh diri terjadi di Mall RoadLahore, Pakistan, di mana sekelompok ahli kimia dan apoteker melakukan unjuk rasa di depan Majelis Provinsi Punjab.[1] Menurut sumber-sumber dari Rescue 1122, sekitar 18 orang terbunuh termasuk anggota polisi, dan sembilan puluh lainnya mengalami luka-luka.[1][2]
Jamaat-ul-Ahrar, sebuah faksi yang dilarang Tehrik-i-Taliban (TTP), menyatakan bertanggungjawab atas serangan yang mereka lakukan.[3] Pemerintah setempat menutup tempat kejadian perkara dalam rangka melakukan investigasi.[1]
Latar belakang
Saat serangan dilancarkan, di lokasi yang menjadi target peledakan terdapat kelompok produsen farmasi dan kimia yang sedang melakukan unjuk rasa menentang tindakan keras pemerintah Punjab terhadap obat-obat ilegal.[1] Majelis Provinsi Punjab telah mmberlalukan amendemen Undang-undang Narkoba tahun 1976 pada tanggal 8 Februari 2017.[4][5] Perubahan undang-undang tersebut, menurut mereka, sangat merugikan toko-toko obat. Hukum itu juga mensyaratkan agar toko obat di seluruh Punjab agar merekrut setidaknya satu apoteker. Berbagai asosiasi medis telah menyerukan pemogokan di begbagai provinsi untuk memprotes rencana undang-undang tersebut..[6]
Ada sekitar 400 orang pengunjuk rasa hadir di The Mall Road, dan sejumlah besar polisi dikerahkan ke tempat itu untuk menjaga situasi.[1] Pelaku bom bunuh diri mencapai lokasi dan meledakkan diri saat unjuk rasa sedang berlangsung.[1][7][8]
Peledakan
Pelaku bom bunuh diri mendatangi lokasi unjuk rasa pada sore hari sekitar pukul 18:00 waktu setempat.[1] Menurut pegawai Departemen Penanggulanan Terorisme, para pemersiap peledakan telah berjalan kaki ke arah itu, seperti terungkap dalam cuplikan rekaman CCTV.[1][9] Tak lama setelah meledak, pasukan dari Tentara Pakistan dan para polisi were dikerahkan untuk menutup lokasi.[10] Tim forensik mulai mengumpulkan bukti untuk keperluan investigasi.[1]Jamaat-ul-Ahrar menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu melalui pesan singkat, dengan menyebut sebagai balas dendam kepada pihak militer Pakistan.[1][9]
Enam perwira polisi menjadi korban yang terbunuh, termasuk perwira senior yang teridentifikasi bernama Zahid Gondal, dari kepolisian Punjab, dan Ahmad Mobin, aseorang deputi inspektur jendral dari kepolisian lalu-lintas Lahore.[1][9] Mobin tampil di televisi berita beberapa jam sebelumnya, dalam rangka melakukan negosiasi kepada para pengunjuk rasa.[1][11]
Akibat
Setelah serangan, para korban segera dilarikan ke Mayo Hospital dan Sir Ganga Ram Hospital dengan ambulans.[1] Status keadaan darurat telah dinyatakan bagi seluruh rumah sakit di Lahore.[1] Beberapa korban luka dalam keadaan kritis.[9]
Reaksi
Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif mengutuk peledakan tersebut melalui pernyataannya, "Kami telah berjuang melawan teroris di antara kita, dan akan terus berjuang sampai kami membebaskan orang-orang kami penyakit kronis ini, dan membalas perbuatan mereka yang telah mengorbankan nyawa mereka untuk kita."[12][13][14]
↑"Pakistan: Deadly bomb blast rips through Lahore rally". Al Jazeera. 13 February 2017. Diakses tanggal 13 February 2017. The explosion went off in Lahore's busy Mall Road during a rally attended by hundreds of pharmacists protesting against changes to a drug sale law outside the provincial assembly building.
↑"At least 13 dead, several injured in blast in Pakistan's Lahore". The Times of India. Punjab Law Minister Rana Sanullah confirmed that it was suicide blast and 'some police officers' have been killed. He said the agencies had issued a threat alert that terrorists might target Punjab Assembly building and Governor's House on the Mall Road.
↑"Blast kills at least 10, injures 71 in Pakistan's Lahore".Police cordoned off the area near the crowded Mall Road, one of the city's main arteries, as witnesses fled amid fears of a second explosion, with images of the injured being carried away shown by local media.
↑Hashmi, Shahid. "Lahore blast puts question mark over PSL final". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-14. Diakses tanggal 2017-02-14. The blast left many injured and there are fears of casualties, leaving foreign players circumspect about going to the terror-hit country. Before the current edition of the PSL started, the organisers had stated their desire to hold the final in Lahore, along with assurances of top security for the teams involved.