We Were There:First Love (Bagian 1)
Pada awal tahun ajaran baru, Motoharu Yano dikenal sebagai siswa paling populer di sekolah. Hampir semua gadis membicarakannya, sementara Nanami Takahashi justru tidak terlalu tertarik. Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja di atap sekolah. Nanami mengira Yano sedang murung karena mendapat nilai nol, tetapi ternyata ia memperoleh nilai sempurna. Kesalahpahaman kecil itu menjadi awal percakapan mereka. Meski awalnya bersikap sinis terhadap popularitas Yano, Nanami perlahan tertarik pada kepribadiannya yang sulit ditebak. Hubungan mereka berkembang melalui kegiatan sekolah, terutama saat persiapan konser kelas. Ketika teman-teman lain enggan bekerja sama, Yano diam-diam membantu Nanami dengan mengajak semua murid ikut berlatih. Dari sana keduanya semakin dekat. Namun situasi berubah ketika teman sekelas mereka, Yuri Yamamoto, tiba-tiba pingsan. Nanami kemudian mengetahui bahwa kakak Yuri, Yamamoto Nana, adalah mantan pacar Yano yang meninggal dalam kecelakaan mobil setahun sebelumnya.Perasaan Nanami terhadap Yano semakin kuat. Tanpa sadar, ia mengungkapkan perasaannya saat mereka melihat album kelulusan bersama. Yano menanggapi dengan dingin dan hanya menawarkan untuk berkencan karena ia “tidak membenci” Nanami. Merasa diremehkan, Nanami menolak cinta yang terasa tidak tulus.
Kemarahan Nanami memuncak di kantin sekolah ketika ia mencoba membela Yuri, tetapi malah disuruh diam oleh Yano. Nanami menuduh Yano pengecut yang mempermainkan perasaan orang lain. Saat itulah Yano mengungkap sisi kelam hidupnya. Ia adalah anak dari hubungan gelap ibunya dengan pria beristri, dan masa kecilnya dipenuhi rasa rendah diri. Ia juga menceritakan bahwa sebelum meninggal, Nana ternyata masih berhubungan dengan mantannya, membuatnya merasa dikhianati. Dari sahabat Yano, Takeuchi, Nanami mengetahui bahwa Yano sebenarnya belum pernah benar-benar berduka. Ia memilih percaya bahwa dirinya dikhianati agar tidak perlu menghadapi rasa kehilangan yang terlalu menyakitkan. Luka yang tidak terselesaikan itu membuat Yano menolak kedekatan emosional dengan siapa pun.
Pada festival musim panas yang bertepatan dengan hari kematian Nana, Nanami menemukan Yano sendirian di atap sekolah, menatap kembang api. Dengan jujur ia mengatakan bahwa meski orang yang Yano cintai telah tiada, kini ada dirinya yang mencintainya sepenuh hati. Kata-kata itu perlahan menyentuh Yano. Ia menunjukkan foto Nanami yang diam-diam disimpannya dan mengakui bahwa ia juga menyukai Nanami, meski masih diliputi keraguan karena bayang-bayang masa lalu. Nanami menerima kejujuran itu, dan di bawah cahaya kembang api mereka berciuman.
Setelah resmi berpacaran, hari-hari Nanami dipenuhi kebahagiaan remaja. Namun ketenangan itu terusik oleh Yuri yang menyebut Nanami hanya sebagai “pengganti” kakaknya. Keraguan mulai tumbuh di hati Nanami. Ketegangan memuncak ketika Yuri mendatangi rumah Yano dan memicu pertengkaran. Yano, yang merasa terdesak, justru menyuruh Nanami pulang dan tidak ikut campur, membuat Nanami merasa dijauhkan. Di sisi lain, Takeuchi yang diam-diam menyukai Nanami selalu berada di sisinya sebagai teman yang dapat diandalkan. Suatu malam, Nanami menemukan tas berisi cincin yang selama ini ia inginkan tergantung di kotak pos rumahnya. Tersentuh oleh perhatian Yano, ia mengejarnya dan berjanji tidak hanya mencintainya, tetapi juga bersedia berbagi beban masa lalu yang selama ini dipikul Yano sendirian. Yano kemudian mengajaknya berkencan, tetapi pada hari yang dijanjikan ia tidak datang karena harus menemani Yuri di rumah sakit saat ibunya dalam kondisi darurat. Nanami kembali merasa dirinya kalah oleh masa lalu Yano, dan kesalahpahaman itu membuat hubungan mereka retak.
Dalam usahanya melupakan masa lalu, Yano mencoba membuang semua kenangan tentang Nana. Terungkap pula bahwa setelah kematian Nana, ia pernah menjalin hubungan dengan Yuri karena rasa bersalah dan kebencian terhadap dirinya sendiri. Sementara itu, Takeuchi memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada Nanami, yakin ia bisa membuatnya lebih bahagia. Saat festival sekolah, baik Yano maupun Takeuchi berusaha menemui Nanami. Setelah konflik emosional di antara mereka, Nanami akhirnya berbicara jujur dengan Yano. Yano mengakui masa lalunya bersama Yuri serta luka batin yang selama ini ia sembunyikan. Nanami menerima semuanya dan membantunya melepaskan rasa bersalah dengan mengucapkan perpisahan pada kenangan masa lalu. Mereka pun berdamai dan memutuskan berjalan bersama menuju masa depan. Musim dingin tiba, dan para siswa mulai menentukan rencana masa depan. Yano menghadapi kenyataan pahit ketika ibunya memutuskan pindah ke Tokyo setelah bercerai. Ia harus memilih ikut pindah atau tetap tinggal. Meski sedih, Nanami mendorong Yano pergi demi masa depannya, bahkan bertekad masuk universitas di Tokyo agar suatu hari mereka bisa bertemu lagi.
Perpisahan di stasiun menjadi momen paling emosional bagi mereka. Kereta yang membawa Yano pergi menandai awal jarak panjang di antara keduanya. Nanami hanya bisa berlari mengejar hingga akhirnya harus merelakan kepergiannya sambil terus mendoakan kebahagiaannya. Enam tahun kemudian, Nanami telah tumbuh dewasa dan menjalani hidupnya, tetapi kenangan tentang Yano tetap tersimpan di hatinya, karena perpisahan di stasiun itu menjadi terakhir kalinya mereka bertemu.
We Were There: True Love (Bagian 2)
Yano merayakan ulang tahunnya sendirian dalam kegelapan. Di tengah kesunyian, ia teringat masa lalu bersama Nanami, terutama perpisahan mereka di stasiun saat berusia tujuh belas tahun, momen yang terasa seperti titik di mana hidupnya berhenti berjalan. Sejak hari itu, ia seolah hanya bertahan, bukan benar-benar hidup.
Di Tokyo, Nanami menjalani kehidupan yang berbeda. Ia terus mencari pekerjaan, tetapi berulang kali gagal dalam wawancara. Takeuchi selalu berada di sisinya, memberi dukungan tanpa henti, tetapi bayangan Yano yang menghilang tanpa kabar tetap menghantui hatinya. Harapan untuk bertemu kembali membuatnya menghadiri reuni sekolah di kampung halaman, tetapi Yano tidak datang. Di sana, Takeuchi mengaku pernah bertemu Yano tiga tahun sebelumnya dan menyimpan rahasia tentangnya.
Kisah kemudian kembali ke masa setelah Yano pindah ke Tokyo. Awalnya ia dan Nanami masih menjaga hubungan jarak jauh melalui telepon dan pesan setiap hari. Namun kehidupan Yano perlahan runtuh. Ibunya kehilangan pekerjaan, memaksanya bekerja paruh waktu hingga larut malam demi menopang ekonomi keluarga. Kelelahan membuat prestasi sekolahnya menurun, dan rasa percaya dirinya perlahan hilang. Ia mulai menjauh dari Nanami, bukan karena perasaannya berubah, melainkan karena tak sanggup menunjukkan kelemahannya.
Di sekolah barunya, Yano bertemu Akiko, yang memahami bahwa hati Yano sepenuhnya milik Nanami. Namun masa lalu kembali menghantuinya ketika Yuri datang ke apartemennya. Yano menolak membuka kembali kenangan lama, berusaha menjaga jarak dari semua hal yang mengingatkannya pada masa lalunya. Tak lama kemudian, ibunya didiagnosis menderita kanker stadium lanjut. Di tengah tekanan finansial dan ketakutan kehilangan satu-satunya keluarga, Yano berusaha tetap kuat. Situasi semakin rumit ketika Michiko, istri ayah kandungnya, menawarkan untuk menjadikannya pewaris keluarga kaya mereka dan membiayai pengobatan sang ibu. Ibunya menolak keras karena takut kehilangan Yano, sementara Yano sendiri memilih tetap berada di sisi ibunya. Penyakit itu memicu paranoia pada ibunya. Ia takut ditinggalkan dan mulai mengurung diri di rumah. Yano semakin terisolasi, menanggung beban mental sendirian sambil tetap menyembunyikan semuanya dari Nanami agar gadis itu tidak khawatir. Kerinduan yang tak tertahankan akhirnya membuatnya memutuskan menemui Nanami, tetapi pertengkaran dengan ibunya terjadi ketika ia dituduh akan meninggalkannya. Yano tetap pergi, sehinggga membuat ibunya nekat bunuh diri. Kematian itu menghancurkan Yano. Ia merasa sepenuhnya bertanggung jawab dan tenggelam dalam trauma mendalam. Dia mulai menderita serangan panik, dan ia yakin dirinya hanya membawa penderitaan bagi orang-orang yang ia cintai. Ia pindah ke Sapporo dan bekerja sebagai bartender, mencoba melarikan diri dari masa lalu. Namun Yuri kembali muncul dalam hidupnya. Dalam kondisi rapuh dan diliputi rasa kasihan, Yano membuat keputusan yang kemudian ia sesali, merasa telah mengkhianati perasaannya sendiri terhadap Nanami. Dipenuhi rasa bersalah, Yano menemui Takeuchi dan memintanya menjaga Nanami, lalu menghilang. Sementara itu, Nanami terus menunggu selama bertahun-tahun, perlahan mencoba melanjutkan hidup dan semakin dekat dengan Takeuchi, yang diam-diam mencintainya. Namun cinta pertamanya kepada Yano tidak pernah benar-benar hilang.
Suatu hari, Akiko menemukan Yano kembali yang hidup dengan identitas baru setelah diadopsi keluarga ayahnya. Nanami yang mengetahui Yano dari Akiko, tetapi memilih tidak menemuinya, menghormati keputusan Yano untuk menjauh. Takeuchi kemudian melamar Nanami, tetapi ia menolak. Ia menyadari bahwa perasaannya terhadap Yano adalah bagian dari dirinya yang tidak bisa dihapus. Setelah sempat bertemu Nanami di bandara, Yano bertemu dengan Takeuchi di sebuah jembatan, di mana terungkap semua kebenaran di balik menghilangnya dirinya. Takeuchi memukul Yano karena membiarkan Nanami terus menunggunya tanpa kejelasan. Yano akhirnya mengajak Nanami menghabiskan satu hari bersama di Tokyo, memenuhi mimpi lama mereka berjalan berpegangan tangan mengunjungi tempat-tempat yang dulu ingin mereka datangi. Menjelang perpisahan, Yano meminta Nanami untuk melanjutkan hidup tanpa dirinya. Dengan air mata, Nanami menerima perpisahan itu, meski cinta mereka tetap ada. Setelah itu, Yano menemani Yuri saat ibunya meninggal dunia. Melalui peristiwa tersebut, ia akhirnya menghadapi penyesalan terhadap ibunya sendiri dan mulai berdamai dengan masa lalu. Waktu berlalu, masing-masing belajar menerima kenangan sebagai bagian dari hidup.
Setahun kemudian, Nanami kembali ke sekolah lama dan mengenang masa remajanya. Di atap sekolah, saat ia bertanya dalam hati di mana Yano berada, Yano muncul di hadapannya. Ia menemukan buku harian Nanami yang berisi tulisan bahwa ia masih mencarinya hingga hari ini. Saat itu Yano menyadari jawabannya: Nanami adalah arah hidupnya. Mereka akhirnya saling mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam. Setelah bertahun-tahun terpisah oleh kehilangan, rasa bersalah, dan waktu, Yano dan Nanami memilih memulai kembali bersama—menemukan satu jawaban atas perjalanan panjang cinta mereka: untuk terus berjalan ke masa depan, bersama.