Blimbingsari adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Blimbingsari merupakan kecamatan ke-25 atau yang termuda di Banyuwangi. Kecamatan ini dibentuk oleh Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2015, tetapi baru diresmikan di awal tahun 2017. Blimbingsari merupakan pemekaran dari dua kecamatan, 8 desa berasal dari Kecamatan Rogojampi ditambah 2 desa dari Kecamatan Kabat.[1][2] Blimbingsari dikenal sebagai lokasi Bandar Udara Banyuwangi yang berstatus bandar udara internasional. Sebelumnya bandara ini diberi nama Bandar Udara Blimbingsari yang diresmikan tahun 2010.[3] Selain bandara, juga terdapat sekolah pilot bernama Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (API). Kecamatan ini juga dikenal dengan wisata pesisirnya, salah satunya adalah Pantai Blimbingsari yang terkenal dengan kuliner ikan bakar.[4]
Geografi
Peta lokasi Kecamatan Blimbingsari
Blimbingsari adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi bagian tengah. Geografi Blimbingsari berupa dataran rendah yang lahannya didominasi oleh areal persawahan dan kebun kelapa. Kecamatan ini berbatasan dengan laut di sebelah timur dan di tepian laut tersebut terdapat banyak kawasan pertambakan. Blimbingsari merupakan pemekaran Kecamatan Rogojampi dan Kabat. Desa Badean dan Sukojati yang dimekarkan dari Kabat berada di utara Bandar Udara Banyuwangi, sedangkan desa lainnya berada di selatan bandara.
Batas wilayah Kecamatan Blimbingsari adalah sebagai berikut:[5]
↑Karangrejo merupakan pemekaran dari Desa Kaligung, awalnya berstatus desa persiapan pada tahun 1997 dan menjadi desa definitif di tahun 2000.[7]
Sejarah
Pada tahun 2017-2025, kantor kecamatan berada di kantor Desa Blimbingsari
Blimbingsari dulunya bernama Banyualit yang merupakan salah satu pelabuhan penting di Kerajaan Blambangan. Pada tahun 1743, Pakubuwana II dari Kesultanan Mataram secara sepihak menyerahkan Blambangan ke VOC. VOC memutuskan untuk mengirim ekspedisi ke Blambangan yang dipimpin oleh E. Blanke dan berhasil menguasai Banyualit pada tahun 1767. Banyualit menjadi salah satu benteng pertahanan untuk mengukuhkan kekuasaan VOC di Blambangan. Banyualit menjadi saksi sejarah peperangan antara VOC dengan pasukan Blambangan pimpinan Wong Agung Wilis.[8]
Pasca kemerdekaan, Desa Blimbingsari menjadi bagian dari Kecamatan Rogojampi. Blimbingsari menjadi lokasi pengembangan bandara baru setelah awalnya direncanakan berada di Glenmore. Pembangunan dimulai hingga akhirnya Bandar Udara Blimbingsari diresmikan pada tahun 2010. Bandara ini kemudian berubah nama menjadi Bandar Udara Banyuwangi pada tahun 2017 dan mendapat status bandara internasional.[3] Bandara ini dicabut statusnya sehingga berubah menjadi bandara domestik pada tahun 2024, tetapi kembali mendapatkan statusnya kembali pada tahun 2025.[9]
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2015, maka dibentuk kecamatan baru bernama Kecamatan Blimbingsari. Kecamatan ini mencakup 8 desa dari Kecamatan Rogojampi dan 2 desa dari Kecamatan Kabat. Sehingga total terdapat 10 desa di kecamatan ini dengan rincian sebagai berikut:
Dari Kecamatan Rogojampi = Desa Blimbingsari (ibu kota kecamatan), Bomo, Gintangan, Kaligung, Kaotan, Karangrejo, Patoman, dan Watukebo
Dari Kecamatan Kabat = Desa Badean dan Sukojati
Ibu kota kecamatan berada di Desa Blimbingsari dengan kantor sementara berada kantor Desa Blimbingsari. Kantor kecamatan memiliki gedung sendiri pada awal tahun 2025.[10]
Tempat terkenal
Bandar Udara Banyuwangi
Bandar Udara Banyuwangi - bandara internasional yang sebelumnya bernama Bandar Udara Blimbingsari