Desa Adat Blahkiuh juga memiliki tiga tempat pembakaran mayat (Setra). Di Desa Adat Blahkiuh terdapat Bumi Perkemahan Pramuka Dukuh. Bumi Perkemahan ini adalah lahan milik Anak Agung Mayun yang merupakan raja pada zaman dulu yang sekarang pengelolaannya diserahkan ke Desa Adat Blahkiuh termasuk Pura Luhur Giri Kusuma. Desa Adat Blahkiuh dipimpin oleh seorang Kepala Desa Ida Bagus Gede Mahatmananda Manuaba . Selain dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Desa Adat Blahkiuh juga dipimpin oleh seorang Bendesa yang saat ini dijabat oleh Ir. I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja, MS.[1]
Pemerintahan
Pembagian Desa Adat
Desa Adat Blahkiuh terdiri dari 8 Banjar (Bali) yaitu:
Banjar Kembang Sari,
Banjar Ulapan I
Banjar Ulapan II
Banjar Delod Pasar
Banjar Tengah
Banjar Benehkawan
Banjar Pikah
Banjar Pacung
Disini terjadi keunikan pada Banjar Pacung, secara teritorial dan kedinasan Banjar Pacung berada di Desa Adat Sangeh, tetapi secara adat masuk ke dalam wewidangan Desa Adat Blahkiuh.
Demografi
Pada tahun 2016, jumlah penduduk desa Blahkiuh terbagi menjadi 2.938 laki-laki dan 2.876 perempuan dengan tingkat rasio seks 109. Jumlah penduduk yang lahir selama tahun ini 15 orang dan yang meninggal sebanyak 16 orang. Di tingkat migrasi, 50 orang pindah dan 38 orang pendatang baru.[1]
Di ibu kota kecamatan ini juga terdapat Puskesmas Abiansemal I yang merupakan puskesmas terbesar di Bali, kolam renang Tirta Arum yang juga merupakan kolam renang untuk olahraga terbesar di Bali, di samping terdapat lapangan sepak bola Kopral I Wayan Surem.
Pendidikan
Desa Blahkiuh juga terdapat sekolah SMP Negri 1 Abiansemal dan SMA Negri 1 Abiansemal. Di Blahkiuh juga memiliki tim sepak bola yang sudah dikenal di Kabupaten Badung. Perssib Blahkiuh (Persatuan Sepak Bola Singasari Blahkiuh) yang didirikan sejak tahun 1958. Masih aktif mengikuti kompetisi di regional Badung. Sumber penghasilan masyarakat Desa Blahkiuh sebagian besar petani, pedagang di samping sektor informal (swasta) dan sektor formal (PNS).