Desa in 23x15px|border |alt=|link= Jawa Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in 23x15px|border |alt=|link= Jawa Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Binangun adalah sebuah desa di KecamatanKaranggayam, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini merupakan desa paling barat di Kecamatan Karanggayam secara geografis dan berbatasan langsung dengan Desa Somagede (Kecamatan Sempor) di bagian utara.[1]
Desa Binangun berjarak sekitar 14 km dari pusat Kecamatan Karanggayam melalui Desa Gunungsari, dan sekitar 31 km dari pusat Kabupaten Kebumen melalui Kecamatan Karanganyar.[1] Desa ini terletak di wilayah kaki perbukitan dengan ketinggian antara 100–480 meter di atas permukaan laut.[1]
Batas Wilayah
Utara: Kecamatan Sempor dan Kabupaten Banjarnegara
Selatan: Desa Ginandong, Desa Gunungsari, dan Kecamatan Sempor
Barat: Kecamatan Sempor
Timur: Desa Glontor
Pembagian Wilayah
Dukuh Glempang
Dukuh Kalibanci
Dukuh Karangkemiri
Dukuh Penawangan
Dukuh Siterong
Sejarah
Pada zaman dahulu, wilayah Desa Binangun masih berupa hutan belantara. Menurut cerita masyarakat setempat, desa ini mulai dibangun oleh seorang tokoh bernama Raden Jigja Wijaya (kemudian berganti nama menjadi Haji Ismail) yang datang dari Yogyakarta. Pembangunan desa dilanjutkan oleh putranya, Wira Pati, yang kemudian memberi nama desa ini sebagai Binangun.[1]
Pemerintahan Desa
Berikut adalah daftar kepala desa Binangun dari masa ke masa:
Berdasarkan data Buku Profil Perkembangan Kependudukan Kabupaten Kebumen Tahun 2025, jumlah penduduk Desa Binangun adalah 1.468 jiwa, terdiri dari 772 laki-laki dan 696 perempuan.[3]
Fasilitas Umum
Desa Binangun memiliki jalan desa yang sudah diperkeras dengan aspal hotmix. Selain itu, desa ini juga memiliki jaringan pipa air bersih sepanjang 7.150 meter yang melayani sebagian besar wilayah Dukuh Penawangan, yang dibangun pada tahun 2011 dengan bantuan program PAMSIMAS.[4]
Pendidikan
Desa Binangun memiliki fasilitas pendidikan yang relatif lengkap dibandingkan desa-desa lain di Kecamatan Karanggayam. Meskipun jumlah penduduknya relatif kecil, Binangun merupakan desa yang memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Madrasah Aliyah (MA).[5]
Desa Binangun memiliki kelompok kesenian tradisional bernama Ebeg Sri Budaya Binangun (juga dikenal sebagai Ebeg Sri Budaya Karangkemiri Binangun). Kelompok ini aktif mementaskan kesenian Ebeg (tari kuda lumping tradisional Jawa) di berbagai acara di wilayah Dukuh Karangkemiri dan Penawangan.[8]
Pariwisata dan Potensi Desa
Desa Binangun memiliki potensi wisata alam karena letaknya di kawasan perbukitan. Desa ini memiliki situs web resmi pemerintahan desa yang dapat diakses di:[9]