Artikel ini berisi tentang pasal 26 Kitab Bilangan dalam Alkitab Kristen dan Ibrani. Untuk bilangan dalam arti angka 26, lihat 26 (angka).
Bilangan 26
"The Numbering of the Israelites" ("Penghitungan orang Israel"), sebagaimana pada Bilangan 1, ukiran oleh Henri Félix Emmanuel Philippoteaux (1815–1884) sebelum tahun 1894.
Berisi kisah penghitungan jumlah laskar Israel yang kedua kalinya (yang pertama kali dicatat di pasal 1). Yang dihitung dan dicatat namanya adalah jumlah segenap umat Israel, laki-lalki yang berumur 20 tahun ke atas menurut suku mereka, semua orang yang sanggup berperang di antara orang Israel.".[3]
Bani Lewi dihitung terpisah dan tidak dimasukkan dalam jumlah total laskar Israel.
Di antara mereka yang dihitung tidak ada terdapat seorang pun, kecuali Kaleb dan Yosua, yang dicatat Musa dan imam Harun, ketika keduanya mencatat orang Israel di padang gurun Sinai,[5] sebab Tuhan telah berfirman tentang mereka: "Pastilah mereka mati di padang gurun."
Ini tidak berarti dalam waktu 40 tahun bangsa Israel berkembang dua kali lipat. Pada penghitungan kedua, yang dihitung adalah yang pada waktu penghitungan pertama masih berusia di bawah 20 tahun, dan mereka yang lahir dalam 20 tahun pertama pengembaraan di padang gurun.
Lebih dari 600.000 orang Israel yang pertama kali dihitung semua mati di padang gurun, baik karena usia (mengembara di padang gurun selama 40 tahun), penyakit, maupun tulah (pemberontakan di Horeb/Sinai, Masa/Meriba, Kibrot-Taawa/Tabera, Kadesh-Barnea, Gunung Hor, maupun Sitim).
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi setelah sejumlah orang Israel mati kena tulah karena peristiwa Baal-Peor yang dicatat dalam pasal sebelumnya, di mana 24 ribu orang mati karena tulah tersebut.[6]
Suku Lewi, laki-laki yang berumur 1 bulan ke atas, berjumlah 23 ribu. Sementara pada penghitungan pertama ada 22.000 orang laki-laki berumur 1 bulan ke atas Bilangan3:39.
Manasye menjadi suku yang paling tinggi pertumbuhannya, sementara jumlah suku Simeon berkurang drastis hingga kurang dari separuhnya.
Nama yang muncul di Ostrakon Samaria
Nama "Iezer" (Abi-ezer) dan "Helek",[11] "Sekhem",[12] "Noa" dan "Hogla"[11] muncul dalam tulisan-tulisan pada Ostrakon Samaria yang berasal dari abad ke-9/ke-8 SM. Sejumlah nama "Semida"[13] juga muncul di sana.[14]
[TUHAN berfirman kepada Musa:] "seperti yang ditunjukkan undian haruslah dibagikan milik pusaka setiap suku, di antara yang besar dan yang kecil jumlahnya." (TB)[16]
12W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857