Suku bangsa
Penduduk kecamatan Bilah Hulu memiliki latar belakang suku bangsa yang berbeda-beda, yang didominasi oleh suku Jawa dan Batak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk kecamatan ini berdasarkan suku bangsa sebagian besar adalah orang Jawa yakni 61,68%, kemudian Batak sebanyak 32,58%. Suku Batak dalam Sensus 2010 di Labuhanbatu sebagian besar adalah Batak Angkola, Toba, Mandailing, dan sebagian Pakpak dan Karo.[3] Penduduk dari suku Minangkabau sebanyak 0,74%, kemudian Melayu sebanyak 0,41%, Aceh sebanyak 0,19%. Suku lain sebanyak 4,40%, termasuk Tionghoa, Nias, Bugis dan lainnya.[3]
Agama
Dari hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010, sebagian besar penduduk di kecamatan ini menganut agama Islam. Penduduk yang menganut agama Islam sebanyak 83,05%, umumnya dianut warga Melayu, Minangkabau, Aceh, Jawa, Mandailing, dan Angkola. Sementara penduduk yang menganut agama Kristen yakni 15,22%, di mana Protestan sebanyak 14,37% dan Katolik sebanyak 0,85%.[4] Agama Kristen kebanyakan dianut warga Batak Toba, Karo, Simalungun, Nias, dan sebagian Tionghoa, Angkola dan Mandailing. Penduduk yang menganut agama Buddha sebanyak 0,74%, umumnya adalah warga Tionghoa, kemudian Hindu 0,01% dan lainnya 0,98%.[4] Untuk sarana rumah ibadah di Bilah Hulu hingga tahun 2021, terdapat 120 masjid, 38 musala, 32 gereja Protestan, 4 gereja Katolik dan 1 vihara.[2]