Desa Betahwalang dikenal sebagai desa rajungan, desa ini memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya dalam penangkapan rajungan, yang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi. Nelayan di desa ini menggunakan berbagai alat tangkap seperti arat (Cantrang) dan jebhaq (bubu) untuk menangkap rajungan.[1]
Desa Betahwalang juga memiliki tradisi lokal yang lekat, yaitu tradisi sedekah bumi dan laut, yang mencerminkan hubungan masyarakat dengan lingkungan dan sumber daya alam mereka.