Ia dibunuh di rumahnya oleh orang bersenjata tak dikenal pada tanggal 3 Maret 2016 setelah bertahun-tahun mendapat ancaman pembunuhan. Dua belas aktivis lingkungan dibunuh di Honduras sepanjang tahun 2014 menurut penelitian Global Witness; karena itu Honduras dicap sebagai negara paling berbahaya di dunia bagi aktivis pelindung hutan dan sungai.[9]