Berkik- gunung Papua(Scolopax rosenbergii) adalah spesies burung dari jenis famili Scolopacidae yang berada pada Pulau Papua. Dalam Bahasa Inggris, spesies ini dikenal dengan sebutan New Guinea Woodcock.[1] Burung ini hidup dikawasan hutan pegunungan dan termasuk dalam kelompok berkik (Woodcock) dalam genus Scolopax[2]
Taksonomi
Berkik-gunung Papua (Scolopax rosenbergii) termasuk dalam Kerajaan Animalia, Filum Chordata, dan Kelas Aves. Burung ini berada dalam Ordo Charadriiformes dan Famili Scolopacidae, serta termasuk dalam Genus Scolopax. Nama ilmiahnya adalah Scolopax rosenbergii. Dahulu burung ini pernah digabungkan dengan jenis woodcock lain, tetapi kemudian ditetapkan sebagai spesies tersendiri karena perbedaan bentuk tubuh dan wilayah persebarannya di Papua.[3]
Ciri Ciri
Berkik-gunung Papua memiliki ukuran tubuh sedang dengan warna dominan cokelat bercorak loreng yang berfungsi sebagai kamuflase di lantai hutan. Ciri khasnya adalah paruh panjang dan lurus yang digunakan untuk mencari cacing serta invertebrata kecil di tanah lembap. Burung ini cenderung aktif pada waktu senja hingga malam hari (nokturnal) dan lebih sering terdengar suaranya daripada terlihat secara langsung.[4]
Habitat dan Persebaran
Spesies ini endemik Pulau Papua dan ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur serta Papua Nugini. Habitat alaminya berupa hutan pegunungan tropis dan subtropis yang lembap, terutama pada ketinggian menengah hingga tinggi.[5]
Sebagai burung yang hidup di lantai hutan dengan vegetasi lebat, keberadaannya sering luput dari pengamatan langsung dan lebih banyak tercatat melalui survei ornitologi serta basis data pengamatan burung seperti eBird.[6]
Berkik-gunung Papua merupakan burung pemalu dan soliter. Makanannya terdiri atas cacing tanah, serangga, dan invertebrata kecil lainnya yang diperoleh dengan menusukkan paruhnya ke dalam tanah lunak. Seperti anggota genus Scolopax lainnya, burung ini memiliki pola terbang rendah dan cepat ketika terganggu.[7]
Secara umum, spesies ini tidak tergolong sangat langka, tetapi keberadaannya bergantung pada kelestarian hutan pegunungan Papua. Ancaman utama terhadap populasinya adalah degradasi habitat akibat pembukaan lahan dan aktivitas manusia.[8]
↑Lova, Bulisa. "The Effects of Forest Types on Birds Communities in Different Elevations Across North Eastern New Guinea: Exploration of Diversity and Abundance" (PDF).