| Deskripsi |
Domain umum sebab naskah ditulis pada abad ke-16.
Alihaksara
Alihaksara kritis halaman 1 verso
- hyun ta ya rumengeha warah bathara, yeking mangké bawanya / sèg, ñeg, les marma tan asuwé ring awan, dhateng taya ring Buddhi
- cinta, ri kahyangan bathara Sri Wirwacana, tumuluy ta ya mamuja ri bathara, ri tlesnya mamuja, manembah ta ya, lingnya, udhuh sajña ba
- thara pwangkulun, warahen ri sang hyang dharma, sakala ri kapalângalang ring janmanirânak bathara,
- nguniwèh pasambulihira dadi janma, apan hana tinwan i ranak bathara, ikang wwang ring madyapada, hana hadyan hana hulun, apa du[mèhnya mangkana, apan pada gawénya batara ika].
Alihbahasa
- Kehendaknya ialah mendengarkan wejangan Batara, itulah keinginannya. Karena bergegas ia tidak lama di jalan. Maka datanglah ia di Bodhi-
- cipta, di kahyangan Batara Sri Wirocana. Maka ia pun memuja batara. Sesudahnya ia memuja maka menyembah. Lalu katanya: “Aduh mohon maaf Ba-
- tara hamba. Berilah hamba ajaran mengenai dharma suci . Sebab hamba ingin bertanya-tanya bahwa di antara anak manusia, oh Batara
- apalagi mengenai reinkarnasi manusia, sebab oleh putra Batara disaksikan bahwa di madyapada (dunia) ada tuan, ada hamba. Apakah ini [sebabnya? Sebab sama-sama karya Batara itu?]
|