ENSIKLOPEDIA
Berghof (kediaman)
| Berghof | |
|---|---|
Berghof | |
Lokasi di Bayern, Jerman | |
| Nama sebelumnya | Haus Wachenfeld |
| Informasi umum | |
| Status | Dihancurkan |
| Jenis | Chalet bergaya Swiss |
| Lokasi | Obersalzberg |
| Kota | Berchtesgaden |
| Negara | Jerman |
| Koordinat | 47°38′01″N 13°02′31″E / 47.63361°N 13.04194°E / 47.63361; 13.04194 |
| Ketinggian | 921 m (3.022 ft) |
| Mulai dibangun | 1916 |
| Direnovasi | 1935–1936 |
| 1952 | |
| Pemilik | Adolf Hitler |
| Tuan tanah | Tidak diketahui |
| Desain dan konstruksi | |
| Arsitek | Tidak diketahui |
| Firma arsitektur | Hochtief AG |
Berghof (pelafalan dalam bahasa Jerman: [ˈbɛʁkhoːf]) adalah rumah peristirahatan Adolf Hitler di Obersalzberg, kawasan Alpen Bayern di dekat Berchtesgaden, Bayern, Jerman. Selain Wolfsschanze ("Kubu Serigala" atau "Sarang Serigala") yang merupakan markas besarnya di Prusia Timur untuk invasi ke Uni Soviet, ia menghabiskan lebih banyak waktu di tempat ini daripada di lokasi lain mana pun selama masa jabatannya sebagai Führer Jerman Nazi. Tempat ini juga merupakan salah satu Markas Besar Führer yang paling dikenal luas dari sekian banyak markasnya yang tersebar di seluruh Eropa.[1]
Berghof dibangun kembali dan dinamai ulang pada tahun 1935, serta menjadi rumah peristirahatan Hitler selama sepuluh tahun. Kompleks ini rusak akibat pengeboman Inggris pada akhir April 1945 serta mengalami kerusakan tambahan pada awal Mei oleh pasukan SS yang mundur. Bangunan ini kemudian dijarah setelah pasukan Sekutu mencapai kawasan tersebut. Pemerintah Bayern meruntuhkan sisa-sisa bangunan yang hangus terbakar tersebut pada tahun 1952.
Sejarah
Berghof awalnya berupa sebuah chalet yang jauh lebih kecil bernama Haus Wachenfeld, yaitu sebuah rumah peristirahatan yang dibangun pada tahun 1916 (atau 1917) oleh Kommerzienrat Otto Winter, seorang pengusaha asal Buxtehude. Rumah ini terletak di dekat Platterhof, bekas Pension Moritz tempat Hitler pernah menginap pada tahun 1922–1923. Menjelang tahun 1926, keluarga yang mengelola losmen tersebut telah pindah dan Hitler tidak menyukai pemilik barunya. Ia pindah terlebih dahulu ke Marineheim dan kemudian ke sebuah hotel di Berchtesgaden bernama Deutsches Haus, tempat ia mendiktekan jilid kedua Mein Kampf pada musim panas tahun 1926. Hitler bertemu dengan kekasihnya saat itu, Maria Reiter, yang bekerja di sebuah toko di lantai dasar hotel tersebut, dalam kunjungan lainnya pada musim gugur tahun 1926. Pada tahun 1928, janda Winter menyewakan Haus Wachenfeld kepada Hitler dan kakak tirinya, Angela, datang untuk tinggal di sana sebagai pengurus rumah tangga, meskipun ia pergi tidak lama setelah kematian putrinya, Geli, di apartemen Hitler di München pada tahun 1931.[2]
Pada tahun 1933, Hitler telah membeli Haus Wachenfeld menggunakan dana yang diperoleh dari penjualan manifesto politiknya, Mein Kampf. Bangunan kecil bergaya chalet tersebut direnovasi dan diperluas secara besar-besaran oleh arsitek Alois Degano selama tahun 1935–1936 di bawah pengawasan Martin Bormann, yang kemudian dinamai ulang menjadi Berghof (arti harfiah: "Pekarangan Gunung").[3] Bagian interior yang telah direnovasi tersebut dirancang oleh Gerdy Troost.[4]
Sebuah teras besar dibangun dan dilengkapi dengan payung-payung kanvas besar yang berwarna-warni bergaya resor. Ruang depan "dipenuhi dengan pajangan tanaman kaktus yang unik dalam pot-pot majolika."[5][6] Sebuah ruang makan dilapisi dengan panel kayu pinus cembra yang sangat mahal. Ruang kerja Hitler yang besar dilengkapi dengan sebuah ruang sentral telepon. Perpustakaannya berisi buku-buku "tentang sejarah, seni lukis, arsitektur, dan musik." Sebuah aula besar dilengkapi dengan perabot Teutonik yang mahal, sebuah bola dunia besar, dan mantel perapian marmer merah yang megah. Di balik salah satu dinding terdapat sebuah bilik proyeksi untuk pemutaran film pada malam hari (sering kali berupa film produksi Hollywood, termasuk Mickey Mouse).[7]
Sebuah jendela panorama yang membentang luas dapat diturunkan ke dalam dinding untuk menyajikan pemandangan lepas terbuka ke arah pegunungan berselimut salju di tanah kelahiran Hitler, Austria.[3] Rumah ini dikelola layaknya sebuah hotel resor kecil oleh beberapa pengurus rumah tangga, tukang kebun, juru masak, dan pekerja domestik lainnya.
Berghof menjadi ikon utama dari propaganda Nazi. Pers Jerman yang dikendalikan Nazi serta pers internasional berbahasa Inggris meliput kehidupan domestik Hitler dengan sudut pandang yang positif. Kisah-kisah ini membantu memperlunak citranya dengan menggambarkannya sebagai seorang pria berbudaya, pencinta anjing, dan tetangga yang baik.[8] Penulis William George Fitz-Gerald, dengan nama samaran Ignatius Phayre, menerbitkan banyak artikel tentang kunjungannya ke rumah Hitler yang sebenarnya direkayasa dari sumber-sumber propaganda Nazi.[8][9][10]


Berdasarkan sumber propaganda Jerman, Fitz-Gerald, yang menulis untuk majalah Inggris Homes & Gardens, menggambarkan Hitler sebagai "dekorator, desainer, dan penata perabotnya sendiri, sekaligus sebagai arsitek", dan menyebut chalet tersebut "cerah dan berudara segar" dengan "skema warna hijau giok muda". Burung kenari Harz Roller di dalam sangkar ditempatkan di sebagian besar ruangan, yang dihiasi dengan barang-barang antik, sebagian besar berupa perabot Jerman dari abad ke-18. Ukiran-ukiran tua digantung di kamar tidur tamu, bersama dengan beberapa sketsa cat air kecil karya Hitler. Pelayan pribadinya, Heinz Linge, menyatakan bahwa Hitler dan kekasihnya, Eva Braun, memiliki dua kamar tidur dan dua kamar mandi dengan pintu yang saling terhubung, dan Hitler biasanya mengakhiri sebagian besar malam berdua bersamanya di ruang kerja sambil minum teh.[11]
Meskipun Hitler tidak merokok, aktivitas merokok diizinkan di teras. Diet vegetarian-nya dipasok dari kebun sayur terdekat dan, belakangan, dari sebuah rumah kaca. Sebuah kompleks besar rumah-rumah pegunungan untuk kepemimpinan Nazi, serta banyak bangunan untuk staf keamanan dan pendukung mereka, dibangun di dekat tempat tersebut. Untuk memperoleh tanah bagi proyek-proyek ini, banyak tetangga yang dipaksa menjual properti mereka dan pergi.[12] Sebuah struktur di puncak gunung, Kehlsteinhaus, yang dijuluki Eagle's Nest oleh André François-Poncet, seorang diplomat Prancis, dibangun pada tahun 1937–1938 di atas Berghof, tetapi Hitler jarang pergi ke sana.[13]

Kawasan ini menjadi daya tarik wisata Jerman pada pertengahan tahun 1930-an, setelah Hitler berkuasa sebagai diktator.[15] Para pengunjung berkumpul di ujung jalan masuk atau di jalur umum terdekat dengan harapan bisa melihat sekilas sosok Hitler.[16] Hal ini menyebabkan diberlakukannya pembatasan ketat terhadap akses ke kawasan tersebut dan tindakan keamanan lainnya.[3] Satu kontingen besar dari Leibstandarte SS Adolf Hitler ditempatkan di barak yang berdekatan dengan Berghof. Di bawah komando Obersturmbannführer Bernhard Frank, mereka berpatroli di zona keamanan terisolasi yang luas yang mencakup rumah-rumah pemimpin Nazi lainnya di sekitar tempat tersebut. Seiring meletusnya perang, pertahanan antipesawat yang ekstensif juga dipasang, termasuk mesin penghasil asap untuk menyembunyikan kompleks Berghof dari pesawat musuh.
Bekas hotel "Türken" di dekatnya diubah menjadi markas untuk menampung personel keamanan SS dari Reichssicherheitsdienst (Dinas Keamanan Reich; RSD) yang berpatroli di halaman Berghof.[17] Gedung ini belakangan ditempati oleh Generalmajor Kepolisian. (Hotel ini dibangun kembali pada tahun 1950 dan dibuka kembali sebagai hotel sebelum Natal dengan nama Hotel zum Türken. Para pengunjung masih dapat menjelajahi lorong dan terowongan bawah tanah bersejarah yang dulunya digunakan oleh Nazi.)[18][19][20]
Setiap kali Hitler sedang tinggal di sana, anggota RSD dan Führerbegleitkommando (Komando Pengawal Führer; FBK) selalu hadir. Sementara personel RSD berpatroli di halaman luar, personel FBK memberikan perlindungan keamanan jarak dekat untuk Hitler.[21] Beberapa unit pasukan gunung Wehrmacht juga ditempatkan di dekatnya. Oleh karena itu, pihak Inggris tidak pernah merencanakan serangan langsung ke kompleks tersebut.[22]
Tamu
Tamu-tamu di Berghof mencakup tokoh-tokoh politik, penguasa monarki, kepala negara, dan diplomat, bersama dengan pelukis, penyanyi, dan musisi. Pengunjung penting yang disambut secara pribadi oleh Hitler di tangga Berghof meliputi David Lloyd George (3 Maret 1936), Aga Khan (20 Oktober 1937), Adipati dan Adipatni Windsor (22 Oktober 1937),[23] Kurt von Schuschnigg (12 Februari 1938), Neville Chamberlain (15 September 1938), dan Benito Mussolini (19 Januari 1941). Pada akhir Juli 1940, Hitler memanggil para petinggi militernya dari OKW dan OKH ke Berghof untuk menghadiri 'Konferensi Berghof', tempat 'masalah Rusia' dipelajari. Pada 11 Mei 1941, Karlheinz Pintsch mengunjungi Berghof untuk menyampaikan sepucuk surat dari Rudolf Hess yang menginformasikan kepada Hitler mengenai penerbangan ilegalnya ke Skotlandia.

Lingkaran sosial Hitler di tempat peristirahatan Berghof-nya—yang oleh orang-orang terdekatnya disebut sebagai "di Berg"[24]—mencakup Eva Braun dan adiknya Gretl Braun, Herta Schneider beserta anak-anaknya, teman Eva bernama Marion Schönmann, Heinrich Hoffmann, serta para istri dan anak-anak dari para pemimpin Nazi lainnya dan staf Hitler, yang semuanya akan berpose untuk foto kelompok tahunan dalam rangka hari ulang tahun Hitler.[25] Para pegawai rumah tangga di Berghof menceritakan bahwa bekerja untuk Hitler merupakan pengalaman yang positif—dengan salah seorang di antaranya menyebutnya sebagai "pria yang baik bagi kami"—dan mengaku tidak tahu apa-apa tentang Holokaus serta kejahatan perang lainnya yang dilakukan oleh Partai Nazi.[26][27] Aktivitas sosial di Berghof berakhir pada 14 Juli 1944, ketika Hitler berangkat menuju markas besarnya di Prusia Timur dan tidak pernah kembali.[25]
Rekaman film berwarna tanpa suara yang diambil oleh Eva Braun berhasil selamat dari perang dan memperlihatkan Hitler bersama tamu-tamunya sedang bersantai di Berghof.[26] Pada tahun 2006, perangkat lunak komputer pembaca bibir mentranskripsikan beberapa bagian dari percakapan mereka. Beberapa orang yang teridentifikasi dalam film tersebut antara lain Joseph Goebbels, Reinhard Heydrich, Heinrich Himmler, Joachim von Ribbentrop, Albert Speer, dan Karl Wolff.[28]
Dua orang tamu sempat berencana menggunakan kunjungan ke Berghof sebagai kesempatan untuk membunuh Hitler. Pada 11 Maret 1944, Kapten Eberhard von Breitenbuch datang dengan membawa pistol tersembunyi dengan niat menembak kepala Hitler, tetapi para pengawal tidak mengizinkannya masuk ke ruangan yang sama.[29] Pada 7 Juni 1944, Kolonel Claus Schenk Graf von Stauffenberg berencana meledakkan bom dalam sebuah rapat di sana, tetapi rekan-rekan konspiratornya tidak memberikan persetujuan karena Himmler dan Hermann Göring tidak ikut hadir di tempat tersebut.
Rencana pembunuhan oleh Britania Raya
Sekutu menolak usulan untuk menggelincirkan kereta Hitler yang menuju Obersalzberg serta meracuni air minum di dalam kereta tersebut, tetapi Britania mengembangkan sebuah rencana bernama Operasi Foxley pada tahun 1944. Rencana ini melibatkan seorang penembak runduk untuk membunuh Hitler[30] saat ia melakukan jalan kaki harian selama 15–20 menit dari kediaman Berghof menuju Teehaus di Bukit Mooslahnerkopf, sebuah rutinitas yang diungkapkan oleh seorang tawanan perang. Operasi ini akan dijalankan oleh seorang warga Polandia yang mahir berbahasa Jerman dan seorang penembak runduk asal Britania Raya yang mengenakan seragam Jerman setelah diterjunkan menggunakan parasut ke Austria. Mereka akan ditampung dan dipandu ke kawasan tersebut oleh seorang anti-Nazi yang diidentifikasi sebagai "Heidentaler" yang tinggal di dekat Salzburg.[30]
Rencana Foxley tidak berlanjut karena adanya perdebatan mengenai apakah membunuh Hitler merupakan langkah yang bijaksana serta kurangnya informasi intelijen mengenai rutinitas harian pastinya. Pada saat rencana tersebut kemungkinan bisa berjalan, Hitler sudah berhenti mengunjungi tempat peristirahatan gunungnya; ia tidak pernah kembali lagi ke kompleks tersebut setelah 14 Juli 1944.[31]
Reruntuhan pascaperang



Obersalzberg dibom oleh ratusan pembom berat Lancaster milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), termasuk pesawat-pesawat dari Skuadron No. 617 RAF ("the Dambusters"), yang menyerang Obersalzberg pada 25 April 1945. Setidaknya dua bom menghantam Berghof dan mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan tersebut. Pasukan SS yang mundur membakar vila ini pada 4 Mei, empat hari setelah Hitler bunuh diri di Berlin. Hanya beberapa jam kemudian, Divisi Infanteri ke-3 AS tiba di Berchtesgaden bersama dengan Divisi Lapis Baja ke-2 Prancis. Karena pasukan Amerika saat itu baru mengepung kota Berchtesgaden, pasukan Prancis memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Obersalzberg, tempat Berghof berada. Menggunakan jip mereka, Kapten Laurent Touyeras dan pengemudinya, Brigadir François Borg, mendahului kendaraan half-track dari Divisi Lapis Baja ke-2 (2e DB) yang sedang kepayahan mendaki lereng. Dengan demikian, mereka menjadi prajurit Sekutu pertama yang mencapai chalet yang saat itu masih terbakar. Pasukan Prancis menemukan jaringan bunker bawah tanah sepanjang beberapa kilometer yang menyimpan berbagai karya seni yang dijarah dari seluruh Eropa, serta ribuan botol anggur berkualitas, berton-ton pasokan makanan, dan barang-barang yang lebih mengejutkan, seperti koleksi bra yang dikumpulkan oleh Göring. Para prajurit Sekutu menjarah dan mengosongkan rumah tersebut secara menyeluruh selama beberapa hari berikutnya.[32] Batalion ke-1 dari Resimen Infanteri ke-506 Amerika Serikat tiba pada 8 Mei. Batalion ke-3 dari Resimen ke-506 memasuki Berchtesgaden melalui rute yang berbeda dan menderita korban jiwa dalam sebuah baku tembak dengan awak dari dua meriam antipesawat/antitantank 88 mm Jerman. Salah satu artefak paling terkenal yang diambil oleh prajurit Amerika adalah Bola Dunia Columbus untuk Pemimpin Negara dan Industri, yang lebih dikenal sebagai "Bola Dunia Hitler".
Rumah teh di Bukit Mooslahnerkopf tidak mengalami kerusakan dalam serangan bom bulan April 1945, tetapi pemerintah Bayern merubuhkannya menjelang tahun 1951 karena keterkaitannya dengan Hitler. Selama 55 tahun, runtuhannya teronggok di hutan dekat lubang ke-13 lapangan golf Gutshof, sebelum akhirnya disingkirkan sepenuhnya pada musim panas tahun 2006. Sisa dinding luar Berghof bertahan hingga tahun 1952, ketika pemerintah Bayern menghancurkannya dengan bahan peledak pada 30 April.[33] Berghof, rumah-rumah milik Göring dan Bormann, barak SS, Kampfhäusl, serta rumah teh tersebut semuanya dihancurkan. Tindakan ini merupakan bagian dari kesepakatan ketika pihak Amerika menyerahkan kembali kawasan tersebut kepada otoritas Bayern. Ada kekhawatiran bahwa reruntuhan tersebut akan menjadi tempat pemujaan neo-nazi dan daya tarik wisata.[34]
Lebih dari 50 bangunan Nazi di Obersalzberg dihancurkan. Platterhof, yang sebelumnya merupakan losmen terdekat bagi para pengunjung kawasan tersebut, diubah menjadi Hotel General Walker untuk pasukan Amerika setelah perang. Hotel ini akhirnya dibongkar pada tahun 2001.[35][36]
Lokasi Berghof dan markas besar Hitler lainnya
Berghof adalah salah satu markas besar yang digunakan oleh Hitler selama perang. Terdapat sekitar 14 Markas Besar Führer yang diketahui telah selesai dibangun.[37]

Lihat pula
Referensi
- ↑ Eberle, Henrik; Uhl, Matthias. The Unknown Hitler. hlm. 200. Bab 11.
- ↑ Kershaw, Ian (2000). Hitler, 1889–1936, Hubris. Norton. hlm. 282–284, 686. ISBN 0-393-32035-9.
- 1 2 3 Ryback, Timothy W. "The Hitler Shrine". The Atlantic.
- ↑ Stratigakos, Despina (2015). Hitler at Home (dalam bahasa English). New Haven: Yale University Press. hlm. Bab 4. ISBN 978-0-300-18381-8. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Hitler's Mountain Home (November 1938)". Homes & Gardens. David S. Wyman Institute for Holocaust Studies. 7 Januari 2004. Diakses tanggal 16 Juli 2022.
- ↑ Ulbrich, Chris. "Old Hitler Article Stirs Debate". Wired. Diakses tanggal 16 Juli 2022.
- ↑ Caddick-Adams, Peter (2015). Snow & Steel: The Battle of the Bulge, 1944–45. Oxford University Press. hlm. 122. ISBN 9780199335145.
- 1 2 Stratigakos, Despina (2015-09-15). "Hitler at Home". Places Journal (dalam bahasa American English) (2015). doi:10.22269/150915. ISSN 2164-7798.
- ↑ Phayre, Ignatius (November 1938). "Hitler's Mountain Home". Homes & Gardens. Diakses tanggal 19 Februari 2016.
Sebagai contoh, pada tahun 1938 Fitz-Gerald wrote 'Hitler's Mountain Home' untuk Homes & Gardens. Artikel ini ditulis dengan nada yang digambarkan "penuh kekaguman... bergaya majalah Hello!". Foto-fotonya semua diambil oleh Heinrich Hoffmann (banyak di antaranya bertahun-tahun sebelumnya) dan diberikan kepada majalah tersebut sebagai bahan publisitas. Artikel tersebut muncul kembali pada tahun 2003 setelah puluhan tahun tidak diketahui, lihat referensi Guardian di bawah.
- ↑ Waldman, Simon (3 November 2003). "At home with the Führer". The Guardian. Diakses tanggal 12 Desember 2007.
- ↑ Linge, Heinz; Moorhouse, Roger (16 Juli 2009). With Hitler to the End: The Memoir of Hitler's Valet. Skyhorse Publishing. ISBN 978-1848325449.
- ↑ Connolly, Kate (2 Februari 2005). "Hitler's eyrie becomes a playground for the rich". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 21 April 2005. Diakses tanggal 18 Desember 2007.
- ↑ Joshua, Rick D. (22 Februari 2013). "Adolf Hitler and the Kehlsteinhaus". Das Kehlsteinhaus. Rick D. Joshua. Diakses tanggal 15 Maret 2019.
- ↑ Lorentz, Stanisław (1984). Muzeum Narodowe w Warszawie: malarstwo [The National Museum in Warsaw: Painting] (dalam bahasa Polski). Arkady. hlm. 28. ISBN 978-8321332017.
- ↑ "Hitler's Berghof". thirdreichruins.com.
- ↑ Stratigakos, Despina (2015). Hitler at Home (dalam bahasa English). New Haven: Yale University Press. hlm. Bab 7. ISBN 978-0-300-18381-8. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Hoffmann, Peter (2000). Hitler's Personal Security: Protecting the Führer 1921–1945. Da Capo Press. hlm. 181–186. ISBN 978-0306809477.
- ↑ "Visit Hotel Zum Turken WWII Bunkers on your trip to Berchtesgaden". inspirock.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-08. Diakses tanggal 2017-08-08.
- ↑ Wilson, James (2014). Hitler's Alpine Headquarters. Pen and Sword. ISBN 9781473831872 – via Google Books.
- ↑ "Hotel zum Türken, Obersalzberg". bunkersite.com.
- ↑ Hoffmann, Peter (2000). Hitler's Personal Security: Protecting the Führer 1921–1945. Da Capo Press. hlm. 160, 165, 166. ISBN 978-0306809477.
- ↑ Felton, Mark (2014). Guarding Hitler: The Secret World of the Fuhrer. Pen and Sword – via Google Books.
- ↑ "When the Duke of Windsor met Hitler". BBC News. 10 Maret 2016.
- ↑ Sereny, Gitta (1995). Albert Speer: His Battle With Truth. New York: Knopf. hlm. 111. ISBN 978-0394529158.
- 1 2 Kershaw, Ian (2000). Hitler 1936–1945: Nemesis. Penguin Press. ISBN 978-0393049947.
- 1 2 Yamin, Antonia. "Elizabeth Kalhammer (Former maid to Adolf Hitler) is now a 92 year old woman. yet she has a secret story in her past. She used to work at Hitler's private estate from 1943 to 1945". Israeli Broadcasting Corporation. Antonia Yamin mewawancarai mantan pelayan Adolf Hitler – mengenai kehidupannya di kediaman pribadinya.
- ↑ "Hitler's Maid Says He Was a 'Great Boss'". Fox News. 4 Desember 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Desember 2008. Diakses tanggal 12 Februari 2026.
- ↑ Midgley, Neil (22 November 2006). "New technology catches Hitler off guard". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Mei 2008. Diakses tanggal 19 Februari 2016.
- ↑ Stein, Marcel (1 Februari 2007). Field Marshal Von Manstein: The Janushead – A Portrait. Helion & Company Limited. ISBN 9781906033026 – via Google Books.
- 1 2 Russell, Shahan (6 Januari 2016). "Britain's Plan to Kill Hitler By Having a Sniper Shoot Him During His Daily Walk To The Tea House". War History Online. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Desember 2017. Diakses tanggal 8 Agustus 2017.
- ↑ Felton, Mark (2014). Guarding Hitler: The Secret World of the Fuhrer. Pen and Sword. ISBN 9781473838383 – via Google Books.
- ↑ Stratigakos, Despina (2015). Hitler at Home (dalam bahasa English). New Haven: Yale University Press. hlm. Bab 10. ISBN 978-0-300-18381-8. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Stratigakos, Despina (2015). Hitler at Home (dalam bahasa English). New Haven: Yale University Press. hlm. Bab 11. ISBN 978-0-300-18381-8. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Obersalzberg between 1945 and today". Dokumentation Obersalzberg. Institute of Contemporary History. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Maret 2016. Diakses tanggal 19 Februari 2016.
- ↑ Philpott, Colin (2016). Relics of the Reich: The Buildings The Nazis Left Behind. Pen and Sword. ISBN 9781473844278 – via Google Books.
- ↑ Warner, Gary A Warner (18 Agustus 2006). "Don't Mention the War". The Sydney Morning Herald.
- ↑ Raiber, Richard, "Guide to Hitler's Headquarters", After the Battle, No. 19, Edisi Khusus, Battle of Britain International Ltd, 1977, London, hlm. 2.
Sumber
- Eberle, Henrik; Uhl, Matthias. The Unknown Hitler.
- Guido, Pietro (2013). Hitler's Berghof and the Tea-House (Edisi kedua). Milan: ISEM. ISBN 978-88-87077-07-0.
- Stratigakos, Despina (2015). Hitler at Home. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-18381-8
- Stratigakos, Despina (September 2015). "Hitler at Home", Places Journal.
- Walden, Geoffrey R. (2014). Hitler's Berchtesgaden: A Guide to Third Reich Sites in the Berchtesgaden and Obersalzberg Area. Fonthill Media. ISBN 978-1-78155-226-1.
- Wilson, James (2005). Hitler's Alpine Retreat. Barnsley, S. Yorkshire, England: Pen & Sword Military. ISBN 1-84415-263-4. 271 foto kompleks Obersalzberg dan biografi tokoh-tokoh Nazi terkemuka.
- Döhring, Herbert (2018). Living with Hitler:Accounts of Hitler's Household Staff (Edisi 1st). Berlin: Pen & Sword. ISBN 9781784382971.
Pranala luar
- Adolf Hitler's Home on the Obersalzberg, 1927–1945
- Association Nationale des Anciens Combattantes des la Banque de France (dalam bahasa Prancis)
- Berchtesgaden Intercontinental Hotel (new hotel on Goering's former property)
- "Dokumentation Obersalzberg" (A permanent exhibition on the history of Obersalzberg and the NS-Dictatorship prepared by the Institute of Contemporary History -IfZ -, Munich and Berlin)
- Obsersalzberg sites then and now
| Politik | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Peristiwa | |||||
| Kediaman |
| ||||
| Kehidupan pribadi | |||||
| Barang pribadi | |||||
| Persepsi | |||||
| Keluarga |
| ||||