Bencana kelaparan Korea Utara terjadi di Korea Utara pada kurun waktu 1994 hingga 1998, dan juga terjadi pada kurun waktu 2002 hingga saat ini.[5] Peristiwa ini terjadi karena terjadi salah urus sistem perekonomian di negara tersebut, bencana alam, runtuhnya blok Soviet yang menyebabkan hilangnya dukungan luar, dan diberlakukannya sistem politik Songun oleh pemimpin Kim Jong-il yang mementingkan militer di atas segala-galanya. Pada 1995 banjir besar menghancurkan 1,5 juta ton tanaman padi.
Akibat dari peristiwa ini, sekitar 240.000 hingga 3,5 juta jiwa meninggal dan tingkat kematian tertinggi terjadi pada tahun 1997.[6][7] Berdasarkan penelitian yang dilakukan saat ini, jumlah kematian dalam rentang waktu 1993 hingga 2000 berkisar 330.000 jiwa.[8]
Referensi
↑Noland, Marcus (2004). "Famine and Reform in North Korea". Asian Economic Papers. 3 (2): 1–40. doi:10.1162/1535351044193411.