Tari Klana Sewandana menjadi jajararan tari klasik yang wajib ada di kraton Mataram sebagai penghormatan kepada Ponorogo yang telah membantu kraton Yogyakarta ketika diserang oleh Trunojoyo.[1] Meski demikian, pelestarian tari Klana ini dalam bentuk garapan gaya Yogyakarta yang diperuntukan kegigihan dan kegagahan raja Klana Sewandana yang tangguh serta sebagai tari tolak bala, yang terbukti hingga saat ini kraton Yogyakarta selalu aman.
Pengembangan
Tari Klana Topeng gaya Yogyakarta kemudian dikreasikan menjadi tari Klana Raja pada tahun 1976 oleh R. Soenartomo Tjondroradono, yang di mana pada tari Klana Raja ini tanpa topeng melainkan riasan pada wajah seperti Klana Sewandana dengan menggunakan mahkota khas Klana Sewandana.[2]
Referensi
↑"Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-11. Diakses tanggal 2022-03-24.