Desa Bedagung berada di ketinggian sekitar 600–800 mdpl. Luas wilayah desa tercatat sekitar 1.326 hektare, di mana 95% berupa kawasan hutan produksi.[3] Komoditas utama hutan antara lain pohon pinus, kopi robusta, dan kapulaga.
Secara administratif, Bedagung terdiri dari tiga dusun: Bedagung, Sijaha, dan Bulupitu.[4]
Demografi
Berdasarkan data publikasi resmi, jumlah penduduk Desa Bedagung tercatat sekitar 851 jiwa pada tahun 2025.[5] Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, pekebun, dan penyadap getah pinus.
Selain itu, masyarakat juga melakukan usaha tambahan seperti peternakan kecil dan perdagangan harian.[6]
Pemerintahan
Pemerintahan Desa Bedagung dipimpin oleh seorang kepala desa yang dipilih setiap enam tahun sekali. Desa ini memiliki tiga dusun dengan 3 RW dan 5 RT.[7]
Ekonomi
Mata pencaharian utama masyarakat adalah pertanian dan hasil hutan. Hasil utama berupa padi, kopi, kapulaga, serta getah pinus yang dikelola bersama Perhutani.
Pada tahun 2025, harga getah pinus di desa ini tercatat sebesar Rp4.500 per kilogram.[8]
Sosial Budaya
Masyarakat Bedagung masih melestarikan tradisi sedekah bumi yang diadakan setiap tahun sebagai bentuk syukur atas hasil panen. Selain itu, kesenian lokal seperti rebana dan wayang kulit masih dipertahankan dalam acara hajatan maupun perayaan desa.[9]
Pendidikan
Di Desa Bedagung terdapat lembaga pendidikan dasar, SD Negeri Bedagung. Untuk pendidikan menengah, siswa umumnya melanjutkan ke SMP dan SMA di Kecamatan Paninggaran dan sekitarnya.[10]
Pariwisata
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat Bedagung sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Pekalongan dengan potensi ekowisata berbasis hutan pinus.[2] Salah satu destinasi yang dikembangkan adalah **Campingground & Coffee Pinus Siampel**, yang memanfaatkan kawasan hutan sebagai tempat rekreasi alam.[11]