Lokasi gereja yang berdiri saat ini dulunya adalah sebuah gubuk nissen yang menampung pembangkit listrik, diubah menjadi kapel sementara, dan diberkati pada 8 Desember 1948. Mgr. Teofano Ubaldo Stell, O.C.D. berusaha membangun gereja permanen bagi komunitas Katolik yang sedang berkembang dan dengan bantuan Kuwait Oil Company, izin diberikan untuk pembangunan gereja batu baru di pusat kota Ahmadi.[4]