Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat, istilah "Timur Yunani" dan "Barat Latin" mengacu kepada wilayah yang pernah menjadi bagian barat dan timur kekaisaran, dan juga wilayah yang masuk ke dalam kawasan budaya Yunani atau Latin yang tidak pernah masuk ke dalam wilayah Romawi. Pemisahan ini berdampak besar dalam sejarah karena menghasilkan dua dikotomi yang masih bertahan hingga masa modern, yaitu terbelahnya Kekristenan menjadi Kekristenan Barat (Katolik dan Protestan) dan Kekristenan Timur (Ortodoks Timur dan Ortodoks Oriental),[1][2] dan pemisahan budaya "barat" dan "timur" di Eropa.
Catatan kaki
โSherrard, Philip. The Greek East and the Latin West: a study in the Christian tradition. London: Oxford University Press, 1959; reprinted Limni [Greece]: Denise Harvey & Company, 1992 ISBN960-7120-04-3.
โAndrew Louth, Greek East and Latin West: The Church AD 691โ1071 (St Vladimir's Seminary Press ISBN978-0-88141-320-5)
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.