Bank Indonesia Cabang Cirebon merupakan gedung peninggalan zaman Belanda yang berada di Jl. Yos Sudarso, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Sebelum menjadi nama Bank Indonesia Cabang Cirebon, gedung ini bernama De Javasche Bank. Namun, jauh sebelum itu, pada tahun 31 Juli 1866 gedung ini bernama Agentschap van De Javasche Bank te Cheribon.[1]
Sejarah
Peletakan batu pertama dalam pembangunan gedung Kantor Cabang DJB Cirebon dilakukan oleh Jan Marianus Gerritzen. Gedung ini hanya memiliki satu kubah. Adapun gapura dari gedung Bank Indonesia Cabang Cirebon sendiri dipengaruhi oleh Kebudayaan Hindu semasa Kerajaan Majapahit. Bahan baku gedung atau gapura sendiri terbuat dari batu bata merah.[1]
Gedung Bank Indonesia yang berdiri megah di Jalan Yos Sudarso, Lemahwungkuk, Cirebon, menyimpan jejak panjang sejarah finansial Nusantara. Dahulu, bangunan ini merupakan kantor cabang ke-5 dari De Javasche Bank (DJB), sebuah bank swasta peninggalan era kolonial yang memiliki peran penting setelah tumbangnya VOC. Ketika Kongsi Dagang Belanda itu bangkrut dan meninggalkan utang besar, pemerintah Belanda mengambil alih seluruh tanggungannya. Di sinilah DJB masuk sebagai penopang utama pemulihan ekonomi.[2]
Tak sekadar membantu menstabilkan keuangan negara jajahan, DJB juga bertugas sebagai bank sirkulasi, yakni mencetak dan mengedarkan uang ke masyarakat. Sebelum mendarat di Cirebon pada 1866 dengan nama Agentschap van De Javasche Bank te Cirebon, DJB sudah membuka cabangnya di kota-kota besar seperti Semarang, Surabaya, Padang, dan Makassar.[2]
Kini, bangunan tua bersejarah itu masih berdiri kokoh, menyatu dengan kawasan kota lama yang kaya dengan sentuhan arsitektur kolonial. Ia menjadi saksi bisu bagaimana Cirebon pernah menjadi simpul penting dalam lalu lintas ekonomi kolonial di pesisir utara Jawa.[2]
Alamat
Jl. Yos Sudarso, No. 5-7, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45111, Indonesia [3]