Desa ini terdiri dari 11 RW, 45 RT dan 4 Dusun, yaitu Pasarpon, Nampurejo, Putukrejo, Krajan.
Sejarah
Pada masa konflik antara Mataram - Belanda banyak rakyat yang tercerai-berai dan melakukan pelarian demi mencari kehidupan yang lebih aman dan damai. Sebagian dari mereka tiba di wilayah selatan Malang yang saat itu dikenal sebagai Wonolopo. Di tempat tersebut, mereka melakukan babad alas atau membuka hutan untuk membuat pemukiman yang diberi nama Desa Wonokerto.[1]
Pada tahun 1811, datang seorang tokoh bernama Eyang Khasan Khasani yang turut membuka hutan dan memperluas wilayah untuk dijadikan pemukiman baru. Dalam proses babad alas ini, beliau didampingi oleh dua tokoh lainnya, yaitu Eyang Nuryasentika, dan Eyang Kasan Gelar. Ketiga tokoh ini dianggap sebagai pelopor awal pendirian pemukiman yang kemudian berkembang menjadi Desa Banjarejo. Dinamakan Banjarejo karena pemukimannya berjajar-jajar dan diharapkan hidup dengan makmur.
Selain di wilayah tersebut, tokoh-tokoh lain juga membangun pemukiman dan desa-desa di sekitar wilayah Banjarejo. Di antaranya adalah Eyang Radiman yang mendirikan Desa Bantur, Eyang Darso yang mendirikan Desa Sumbermanjing Kulon, serta Eyang Tholib yang mendirikan Desa Kedungsalam.
Geografi
Persawahan & Kebun
Desa Banjarejo terletak di bagian selatan Kabupaten Malang, berjarak sekitar 50km dari pusat Kota Malang. Desa ini berada di dekat wilayah pesisir selatan dan didominasi lahan persawahan atau kebun. Beberapa jenis tanaman yang menjadi komoditas utama adalah padi, tebu, dan jagung. Desa Banjarejo memiliki luas wilayah sebesar 16.397,3 hektar dan berbatasan langsung dengan:
Per Mei 2025, jumlah penduduk desa Banjarejo tercatat sebanyak 6,382 jiwa yang terdiri dari 3.226 laki-laki dan 3.156 perempuan. Mayoritas penduduk desa Banjarejo bekerja sebagai petani dan buruh tani.[butuh rujukan]
Sarana dan prasarana
Desa Banjarejo memiliki sejumlah fasilitas umum yang menunjang kehidupan masyarakat. Di bidang pemerintahan, terdapat Kantor Desa sebagai pusat administrasi dan pelayanan publik. Fasilitas kesehatan mencakup Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), mobil siaga, serta ambulans jenazah yang disediakan untuk mendukung layanan kesehatan dan keadaan darurat.
Di sektor pendidikan, tersedia berbagai jenjang lembaga pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yaitu PAUD Insan Rabbani, Taman Kanak-Kanak seperti TK PGRI 5, TK PGRI 7 dan TK An Nur Murah Banyu, serta jenjang Sekolah Dasar yakni SDN 1 Banjarejo, SDN 2 Banjarejo, dan SDN 3 Banjarejo. Selain itu, terdapat pula lembaga pendidikan keagamaan seperti Madrasah Diniyah Ar Rohman dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nuansa Asy-Syadzili. Untuk mendukung kegiatan ekonomi dan sosial, desa Banjarejo juga memiliki pasar tradisional (Pasar Pon) dan lapangan.
Pariwisata
Terdapat beberapa objek wisata yang dapat wisatawan kunjungi yaitu:
Pantai Bantol: Pantai Bantol merupakan sebuah pantai dengan gelombang laut yang tidak terlalu besar. Pantai ini memiliki pemandangan yang indah, tenang dan sepi. Untuk menuju ke Pantai ini, diperlukan waktu sekitar 20 menit dengan jarak kurang lebih 10km dari pusat desa Banjarejo. Namun, akses jalan untuk menuju pantai Bantol ini masih merupakan jalan tanah dan makadam (berbatu).[2]
Danau Kapur Wetan: Sebuah danau seluas kurang lebih 1 Hektar yang berjarak sekitar 5km dari pusat desa Banjarejo dengan pemandangan yang menyejukkan dan tenang.