Nenek moyang tertua yang tercatat dalam sejarah dari Wangsa Saud adalah Mani' bin Rabi'ah al-Muraidi, yang bersama kaumnya datang ke Diriyah antara tahun 1446–1463 untuk menetap di sana.[1]
Nenek moyang terawal Wangsa Saud yang dapat ditelusuri ialah Mani' bin Rabi'ah al-Muraidi, yang menetap di Dir'iyah antara 1446-1447 bersama klannya, Mrudah.[1] Meskipun Mrudah dipercayai berasal dari konfederasi suku-suku Rabi'ah, tetapi tidak jelas apakah mereka bagian dari Bani Hanifah ataukah 'Anazzah.[1] Mani' datang atas undangan kerabatnya yang bernama Ibnu Dir', penguasa sekelompok desa dan perkebunan yang merupakan cikal-bakal dari kota Riyadh saat ini.[3][4][5]
Klan Mani' sebelumnya berasal dari daerah Al-Qatif, yaitu bagian timur Saudi. Ibnu Dir' memberikan Mani' dua perkebunan, yaitu Al-Mulaibid dan Ghasibah. Lama-kelamaan kawasan tersebut berkembang dan kemudian mereka namakan "Al-Dir'iyah", untuk memperingati jasa Ibnu Dir'.[6][7] Salah satu keturunan Mani', yaitu Syekh Saud bin Muhammad bin Muqrin (wafat 1725) dari cabang keluarga Al-Muqrin, namanya kemudian menjadi asal dari nama Wangsa Saud.[8]
↑Counter-Narratives: History, Contemporary Society, and Politics in Saudi Arabia and Yemen by Madawi Al-Rasheed (Editor), Robert Vitalis (Editor) p. 64
↑G. Rentz (2007). "al- Diriyya (or al-Dariyya)". Dalam P. Bearman; Th. Bianquis; C.E. Bosworth; E. van Donzel; W.P. Heinrichs (ed.). Encyclopaedia of Islam. Brill. Diakses tanggal 8 September 2007.[pranala nonaktif permanen]
↑H. St. John Philby (1955). Saudi Arabia. London: Ernest Benn. hlm.8.
↑Turki bin Abdullah memerintah berbagai bagian dari wilayah yang mereka kuasai antara 1819 dan 1824. Negara Saudi Kedua secara resmi berdiri pada 1824.
↑Abdul-Aziz memerintah berbagai bagian dari wilayah yang mereka kuasai antara 1902 dan 1932. Kerajaan Arab Saudi secara resmi berdiri pada 1932.