Bandar Udara Maulana Prins Mandapar mulai dibangun sejak tahun 2019,[2] dikerjakan oleh salah satu kontraktor BUMN Wijaya Karya[3] dengan biaya pembangunan mencapai kurang lebih 276 miliar rupiah.[4]
Bandara di Kabupaten Banggai Laut ini mengambil nama Maulana Prins Mandapar atau Mambu Doi Godo, Raja Kerajaan Banggai yang memerintah pada tahun 1571 hingga 1601.[6]
Perubahan nama Bandara Banggai Laut menjadi Bandara Maulana Prins Mandapar ini disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor 43 tahun 2024 tentang penetapan nama Bandara Maulana Prins Mandapar di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.[7]
Bandar Udara Maulana Prins Mandapar memiliki landas pacu berukuran 1200 m x 30 m dilengkapi dengan taxiway dan apron. Bangunan gedung terminal penumpang memiliki luas kurang lebih 1400 m2 dan direncanakan mampu didarati pesawat jenis ATR. Bandara ini dirancang dapat menampung 39000 penumpang per tahun.[8]