Bandar Udara Internasional Florianópolis-Hercílio Luz(IATA: FLN,ICAO: SBFL), adalah bandar udara yang melayani kota Florianópolis, Brasil. Bandara ini diberi nama sesuai dengan Hercílio Pedro da Luz (1860–1924), Gubernur dari Santa Catarina selama 3 periode dan senator.
Bandara dibangun di tempat sebuah Pangkalan Udara Angkatan Laut lama, yang dioperasikan hingga tahun 1941, saat yuridiksinya diserahkan kepada Angkatan Udara Brasil.
Antara tahun 1942 dan 1945 landasan pacu 03/21, apron, menara kontrol, dan terminal penumpang dibangun. Pada saat yang sama, beberapa fasilitas dari Pangkalan Angkatan Udara dibangun dan beroperasi.
Dalam periode antara tahun 1952 dan 1954 terminal penumpang dibangun kembali dan beroperasi hingga tahun 1976 saat sebuah bangunan terminal dan apron baru dibuka. Fasilitas lama tersebut saat ini menjadi terminal kargo. Terminal baru ini kemudian diperbesar pada tahun 1988 dan 2000, mencapai luas saat ini hingga 8.703m².
Pada tahun 1978 landasan pacu 14/32 dibuka dan memungkinkan peningkatan besar dalam lalu lintas. Pada tahun 1995 bandara ditingkatkan menjadi badara internasional dan and memulai layanan musiman dan penerbangan charter dari Argentina, Chili, dan Uruguay.
Belo Horizonte-Confins, Buenos Aires-Ezeiza, Chapecó, Curitiba-Afonso Pena, Porto Alegre, Rio de Janeiro-Galeão, São Paulo-Congonhas, São Paulo-Guarulhos
22 Maret 1951: Cruzeiro do SulDouglas C-53D-DO registrasi PP-CCX saat mendarat di Florianópolis menabrak setelah tergelincir dalam cuaca buruk dan kerusakan mesin. Dari 14 penumpang dan awak, 3 orang tewas.[1]
16 Juni 1958: Cruzeiro do SulConvair 440-59 registrasi PP-CEP terbang dari Florianópolis menuju Curitiba-Afonso Pena saat menlakukan prosedur pendaratan di Curitiba mengalami hantama angin dari atas. Pesawat turun terlalu cepat dan menabrak tanah. Dari 26 penumpang dan awak, 21 orang tewas.[2]
12 April 1980: TransbrasilPenerbangan 303Boeing 727-27C registrasi PT-TYS terbang dari São Paulo-Congonhas menuju Florianópolis sedang dalam pendekatan instrumental malam menuju Florianópolis dalam cuaca buruk. Pesawat keluar jalur, menabrak sebuah bukit dan meledak. Penyebab kecelakaan diperkirakan karena kesalahan perhitungan kecepatan dan jarak, kurangnya pengawasan penerbangan, kegagalan mengawali pembatalan pendaratan, dan kesalahan operasi mesin. Dari 58 penumpang dan awak, tiga orang penumpang selamat.[3]
Akses
Bandara berlokasi sekitar 14km (9mi) dari pusat kota Florianópolis.