Gaya arsitektur yang diterapkan pada Balai Adat Parasung adalah rumah tradisional khas suku Dayak Meratus. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Balai Adat Parasung terdiri dari kayu dan seng. Balai Adat Parasung dibangun dengan teknik konstruksi yang masih tradisional. Cara pembangunan Balai Adat Parasung juga sederhana. Ruangan di dalam Balai Adat Parasung hanya dibuat sesuai dengan fungsinya masing-masing. Di dalam Balai Adat Parasung tidak ada ornamen apapun. Balai Adat Parasung hanya dijadikan sebagai tempat upacara adat dan kegiatan adat yang berlangsung secara turun-temurun.[1] Bahan bangunan yang dipakai oleh Balai Adat Parasung telah diganti beberapa kali karena tidak tahan lama sehingga mudah rusak.[2]