Baju Merah (bahasa Italia: Camicie rosse atau Giubbe rosse), juga disebut mantel Merah, adalah sukarelawan yang mengikuti patriot Italia Giuseppe Garibaldi selama kampanyenya. Nama mereka berasal dari warna baju yang mereka gunakan atau blus longgar yang oleh sukarelawan, biasanya disebut Garibaldini, dikenakan sebagai pengganti seragam.
Istilah Baju Merah dan Garibaldino juga digunakan untuk mendeskripsikan sukarelawan Italia dalam konflik internasional berikutnya, salah satunya Legiun Garibaldi di Polandia yang diorganisir oleh putra dari Garibaldi, Menotti semasa Pemberontakan Januari (1863); sukarelawan Baju Merah yang dipimpin oleh putra dari Garibaldi, Ricciotti yang berjuang bersama tentara Yunani dalam Perang Yunani–Turki (1897) dan Liga Balkan semasa Perang Balkan Pertama (1912–1913); Legiun Garibaldi yang berjuang untuk Prancis pada Perang Dunia I (1914–1915); Batalion Garibaldi yang berjuang untuk Republikan dalam Perang Saudara Spanyol; dan partisan antifasis Italia pada Perang Dunia II.
Baju Merah adalah pasukan yang sangat populer dan berpengaruh di dunia. Misalnya, semasa Perang Saudara Amerika, Garda Garibaldi Serikat dan rekan Konfederasinya, Legiun Garibaldi, mengenakan baju merah sebagai bagian dari seragam mereka.
Baju Garibaldi juga menjadi tipe pakaian yang populer. Menurut A Cultural History of the Modern Age: The Crisis of the European Soul, "Untuk waktu yang cukup lama Garibaldi adalah tokoh paling terkenal di Eropa, dan baju merah tersebut, la camicia rossa, menjadi mode bagi wanita, bahkan di luar Italia".[2]