Perdebatan mengenai aksara tradisional dan sederhana sudah berlangsung lama.[6][7] Karena proses penyederhanaan bersifat cukup sistematis, komputer dapat mengonversi teks antara dua sistem ini. Namun, masalah muncul pada ambiguitas bentuk aksara sederhana akibat penggabungan beberapa karakter tradisional yang dulunya berbeda. Untuk mengatasi hal ini, banyak surat kabar daring berbahasa Tionghoa menyediakan opsi bagi pengguna untuk mengganti tampilan antara aksara tradisional dan sederhana.[8]
Terminologi
Aksara tradisional memiliki sebutan yang berbeda-beda di dunia berbahasa Tionghoa. Pemerintah Taiwan secara resmi menyebut aksara tradisional sebagai 正體字 (zhèngtǐzì, "aksara ortodoks").[9] Istilah ini juga digunakan di luar Taiwan untuk membedakan aksara standar—baik yang sederhana maupun tradisional—dari variasi atau bentuk idiomatis lainnya.[10] Pengguna aksara tradisional di wilayah lain, maupun mereka yang lebih terbiasa dengan aksara sederhana, sering menyebut aksara tradisional dengan istilah 繁體字 (fántǐzì, "aksara kompleks"), 老字 (lǎozì, "aksara lama"), atau 全體字 (quántǐzì, "aksara penuh"), untuk membedakannya dari aksara sederhana.
Namun, ada perdebatan mengenai sebutan ini. Sebagian berpendapat bahwa karena aksara tradisional sering kali adalah bentuk asli yang lebih dahulu ada, sehingga tidak tepat jika disebut "kompleks". Sebaliknya, ada pula yang menolak penyebutan "standar" untuk aksara tradisional, karena saat ini sebagian besar penutur bahasa Tionghoa menggunakan aksara sederhana. Selain itu, mengingat proses penciptaan aksara Tionghoa dalam sejarah kerap menambah kerumitan goresan atau coretan (stroke) dari waktu ke waktu, sebagian orang juga ragu menyebutnya "tradisional".[11]
Di kalangan tertentu, aksara tradisional disebut sebagai 正字 (zhèngzì, "aksara benar") atau 正寫 (zhèngxiě, "tulisan benar"), sedangkan aksara sederhana disebut 簡筆字 (jiǎnbǐzì, "aksara coretan sederhana") atau 減筆字 (jiǎnbǐzì, "aksara coretan berkurang"). Dalam bahasaTionghoa baku, kata 簡 ("sederhana") dan 減 ("berkurang") sama-sama dibaca jiǎn, sehingga menambah lapisan permainan makna dalam penyebutannya.
Penggunaan saat ini di wilayah-wilayah berbahasa Tionghoa
Tiongkok Daratan
Harian Guangzhou, surat kabar resmi Partai Komunis yang menggunakan aksara tradisional untuk branding-nya.
Meskipun mayoritas teks di Tiongkok Daratan ditulis dengan aksara sederhana, tidak ada hukum yang melarang penggunaan aksara tradisional. Faktanya, aksara tradisional masih sering dipakai untuk tujuan gaya dan komersial, misalnya di papan nama toko atau iklan.[12] Aksara tradisional juga tetap terlihat pada bangunan yang berdiri sebelum diberlakukannya penyederhanaan, seperti gedung pemerintahan lama, tempat ibadah, institusi pendidikan, dan monumen bersejarah. Selain itu, aksara tradisional terus digunakan untuk kepentingan upacara, budaya, penelitian akademis, serta karya seni atau dekorasi.[12]
Di Republik Rakyat Tiongkok, aksara tradisional distandardisasi melalui Tabel Perbandingan antaraAksara Han Standar, Tradisional, dan Varian.[13] Kamus yang diterbitkan di daratan biasanya menampilkan aksara sederhana beserta pasangan tradisionalnya.[14] Namun, ada perbedaan bentuk antara aksara tradisional yang diterima di Tiongkok Daratan dan di wilayah lain. Misalnya, bentuk tradisional resmi dari 产 di Tiongkok Daratan adalah 産 (yang juga dipakai di Jepang dan Korea), sementara di Hong Kong, Makau, dan Taiwan bentuk yang dipakai adalah 產 (juga dipakai dalam aksara Vietnam chữ Nôm).[15]
Pemerintah Tiongkok sendiri mencetak bahan bacaan untuk masyarakat Hong Kong, Makau, Taiwan, dan komunitas Tionghoa perantauan dalam aksara tradisional. Sebagai contoh, Harian Rakyat memiliki edisi cetak dengan aksara tradisional, dan baik Harian Rakyat maupun Xinhua menyediakan versi situs web beraksara tradisional dengan sistem pengkodean Big5.[16][17] Perusahaan Tiongkok daratan yang menjual produk ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan juga menggunakan aksara tradisional agar lebih dekat dengan konsumen, begitu juga sebaliknya. Di ranah digital, fenomena budaya yang masuk dari Hong Kong dan Taiwan ke Tiongkok Daratan—seperti video musik, karaoke, film berteks, dan drama bersubtitel—sering tetap menampilkan aksara tradisional.
Taiwan
Taiwan tidak pernah menyetujui aksara Hanzi sederhana. Bahkan, penggunaan aksara itu dilarang oleh pemerintah Taiwan dalam dokumen resmi. Secara umum di Taiwan Hanzi sederhana tidak dipahami dengan baik, meskipun beberapa penulisan Han tradisional yang disederhanakan termasuk dalam Hanzi sederhana dan umum digunakan dalam tulisan tangan.[18][19] Sebagai contoh, nama Taiwan dalam aksara Han tradisional ditulis 臺灣, penulisan semi sederhana 台灣 juga dapat dilakukan dalam dokumen resmi.
Hong Kong dan Makau
Seperti halnya di Taiwan, di Hong Kong dan Makau, Han tradisional adalah bentuk tulisan resmi sejak masa kolonial. Tapi, saat ini Hanzi sederhana mulai digunakan di Hong Kong, salah satunya situs web resmi pemerintah Hong Kong.[20] Hal ini memicu kritik dari banyak penduduk Hong Kong yang ingin melindungi warisan lokal mereka.[21][22]
Amerika Serikat
Orang Tionghoa perantauan di Amerika Serikat sudah lama menggunakan Han tradisional. Masuknya imigran Tionghoa secara besar-besaran ke Amerika Serikat terjadi pada paruh kedua abad ke-19 sebelum standardisasi Hanzi sederhana. Oleh karena itu, penggunaan penulisan bahasa Tionghoa di Amerika Serikat, termasuk nama jalan dan petunjuk publik, mayoritas dalam aksara Han tradisional.
↑Pae, H. K. (2020). "Chinese, Japanese, and Korean Writing Systems: All East-Asian but Different Scripts". Script Effects as the Hidden Drive of the Mind, Cognition, and Culture. Literacy Studies (Perspectives from Cognitive Neurosciences, Linguistics, Psychology and Education). Vol.21. Cham: Springer. hlm.71–105. doi:10.1007/978-3-030-55152-0_5. ISBN978-3-030-55151-3. S2CID234940515.
↑Lin Youshun (林友順) (2009). 大馬華社遊走於簡繁之間[The Malaysian Chinese Community Wanders Between Simplified and Traditional Characters] (dalam bahasa Tionghoa). Yazhou Zhoukan. Diarsipkan dari asli tanggal 23 May 2021. Diakses tanggal 30 March 2021.
↑印刷通用汉字字形表 (List of character forms of General Used Chinese characters for Publishing) (dalam bahasa Chinese). 文字改革出版社. 1986. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Cheung, Yat-Shing (1992). "Language variation, culture, and society". Dalam Bolton, Kingsley; Kwok, Helen (ed.). Sociolinguistics Today: International Perspectives (dalam bahasa bahasa Inggris). Routledge. hlm.211. ISBN9780415064101. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)