Bahasa Enggros
Sebagai upaya pelestarian bahasa Enggros, Kepala Kampung Enggros bernama Orgenes Meraudje berencana membuat kamus bahasa Enggros dan akan ditulis langsung oleh orang asli Enggros yang masih fasih berbahasa Enggros. Menurut Orgenes, dari 152 kepala keluarga yang terdiri dari 696 jiwa di Kampung Enggros, hanya 30 orang saja yang fasih menggunakan bahasa daerah Enggros dalam kehidupan sehari-harinya. Kamus bahasa Enggros ini rencananya akan dibagikan kepada anak-anak untuk dipelajari, dengan harapan agar generasi muda Enggros tidak melupakan bahasa daerahnya.[8]
Begitupun dengan Nenek Adri Meraudje, seorang yang fasih berbahasa Enggros, ia berbahasa Enggros setiap hari kepada siapa pun yang ia temui. Tujuannya agar bahasa Enggros tak punah di Kampung Enggros.[9]