Bahasa Arab Jazirah Barat Laut dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Di Semenanjung Sinai; di gurun timur Mesir, dialek Maʿāzah yang berbatasan dengan dialek ʿAbābdah, yang bertutur dengan dialek yang lebih berkaitan erat dengan bahasa Arab Sudan.[6]
Di Arab Saudi, dialek-dialek di pesisir timur Teluk Aqabah, Hisma, dan Harrat al-Riha termasuk dalam jenis Jazirah barat laut, tetapi dialek Bili di selatan tidak berhubungan erat dengan bahasa tersebut.[7]
Ciri-ciri
Berikut adalah beberapa ciri arkais dari bahasa Proto-Arab yang dipertahankan:[4]
Perbedaan gender dalam kata ganti orang ke-2 dan ke-3 jamak, akhiran kata ganti, dan bentuk kata kerja terbatas.
Keproduktifan Bentuk IV (aC1C2aC3, yiC1C2iC3).
Awal /a/ dalam kata sandang takrif al- dan kata ganti relatif alli.
Penggunaan diminutif yang kerap dan produktif (glayyil "a little", ḫbayz "bread").
Ketiadaan varian bunyi letupan /g/ (< */q/) dan /k/.
Penggunaan kata depan lokatif fi (fiy).
Akhiran kata ganti orang ke-2 tunggal -ki yang tidak berubah.
↑Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Arab Badawi Mesir Timur". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
Gordon, Raymond G.. Jr., ed. (2005), "Bedawi Arabic", Ethnologue: Languages of the World (Edisi 15th), Dallas: Summer Institute of Linguistics
Haim Blanc. 1970. "The Arabic Dialect of the Negev Bedouins," Proceedings of the Israel Academy of Sciences and Humanities 4/7:112-150.
Rudolf E. de Jong. 2000. A Grammar of the Bedouin Dialects of the Northern Sinai Littoral: Bridging the Linguistic Gap between the Eastern and Western Arab World. Leiden: Brill.
Judith Rosenhouse. 1984. The Bedouin Arabic Dialects: General Problems and Close Analysis of North Israel Bedouin Dialects. Wiesbaden: Harrassowitz.