Bò kho adalah masakan khas Vietnam bagian selatan yang dimasak dengan teknik kho, yaitu teknik memarinasi lauk dengan saus ikan atau saus tiram. Hidangan bercita rasa pedas ini biasanya menggunakan daging sapi dan populer di seluruh Vietnam serta negara-negara sekitarnya. Di wilayah pedesaan, món bò kho sering dianggap memiliki tingkat kepedasan yang sangat tinggi. Terdapat beberapa variasi dari hidangan ini, misalnya versi yang memakai daging ayam yang disebut gà kho atau gà kho gừng (dengan gừng yang berarti jahe), serta versi berbahan ikan yang dikenal sebagai cá kho.[2][3][1][4][5]
Dalam budaya Vietnam, hidangan bergaya kho, masakan yang dimasak perlahan dengan bumbu pekat dan kecap ikan dianggap sebagai makanan rumahan yang hangat dan menenangkan. Bò kho sebagai makanan nyaman cukup fleksibel disantap kapan saja, baik saat sarapan layaknya banyak sup di Vietnam, maupun untuk makan siang atau makan malam. Kepopulerannya kini meluas secara internasional, dengan sejumlah sumber seperti Vietnam Times mencatat bahwa bò kho termasuk dalam daftar Top 10 Best Stews menurut TasteAtlas, menegaskan reputasinya sebagai salah satu semur terbaik di dunia.[6][7]
Asal-usul
Rasa bò kho berbeda dari profil khas masakan Vietnam dan justru lebih mendekati cita rasa India. Penyebaran penggunaan daging sapi serta teknik memasak semur perlahan di Vietnam dipengaruhi kuat oleh tradisi kuliner Prancis pada masa kolonial, sehingga hidangan ini berkembang sebagai hasil pertemuan berbagai budaya. Bò kho sendiri merupakan contoh nyata kuliner hibrida, memadukan teknik dan unsur Prancis serta Tionghoa yang kemudian diadaptasi dengan rempah dan bahan lokal. Bahkan, kehadiran baget sebagai pendamping dari makanan ini menegaskan jejak warisan kolonial yang membentuk karakter hidangan modern tersebut.[8][9]
Cara memasak
Koki Vietnam masa kini umumnya memasak bò kho dengan panci logam, meski secara tradisional hidangan ini direbus dalam periuk tanah liat. Komposisi bahannya cukup beragam, namun elemen yang paling umum meliputi daging sapi, wortel, serai, dan bawang putih. Beberapa bahan tambahan yang kerap digunakan antara lain tomat, saus apel, bunga lawang, dan lengkuas. Semua bahan biasanya dimarinasi terlebih dahulu dengan rempah serta bumbu khas Vietnam seperti jahe, cabai, dan saus ikan, dan tersedia pula bubuk bò kho instan untuk mempermudah prosesnya. Setelah itu, masakan dimasak perlahan hingga kuah mengental dan daging empuk. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi, bihun, atau bánh mì, serta dilengkapi aneka herba seperti kemangi thailand dan daun ketumbar.[2][3][1][4]
12Nguyen, Andrea Q. (6 February 2002). "The Taste of Tet". Los Angeles Times. Diakses tanggal 22 November 2025.
↑Judy Gelman, Vicki Levy Krupp Table of Contents: From Breakfast with Anita Diamant to Dessert... 2010 Page 245"Bò Kho. Makes 4–6 servings Adapted from Into the Vietnamese Kitchen: Treasured Foodways, Modern Flavors by Andrea Nguyen (Ten Speed Press, 2006) My first... Bò Kho is a quintessential example of what we now call fusion cuisine."