Richard Salomon menyebutnya sebagai "cerita, biasanya dinarasikan oleh sang Buddha, yang mengilustrasikan hasil kerja karma dengan mewahyukan tindak seseorang tertentu di kehidupan lampau dan hasil tindakan tersebut pada kehidupannya yang sekarang."[2]
Catatan
↑While avadāna (Sanskrit) and apadāna (Pali) are cognates, the former refers to a broad literature, including both canonical and non-canonical material from multiple Buddhist schools, while the latter refers explicitly to a late addition to Theravada Buddhism's Pāli Canon's Khuddaka Nikaya.
Artikel inimenyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik:Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Avadāna". Encyclopædia Britannica. Vol.3 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm.51.;