Astrid Løken lahir pada tahun 1911 di Kristiania, yang kemudian berganti nama menjadi Oslo pada tahun 1925. Ia menempuh pendidikan di Universitas Oslo dan lulus dengan gelar cand.real. pada tahun 1942.[1] Pada tahun 1941, ia menjadi perempuan pertama yang diterima sebagai anggota Masyarakat Entomologi Norwegia.[2]
Pendudukan Norwegia
Pada 9 April 1940, Norwegia mengalami invasi oleh Jerman Nazi dan kemudian diduduki setelah kampanye militer selama dua bulan. Pada musim semi 1941, Løken direkrut menjadi anggota XU, sebuah organisasi intelijen rahasia yang beroperasi di bawah Komando Tinggi Norwegia di pengasingan di Britania Raya. Dalam operasi tersebut, ia menggunakan nama sandi "Eva".[2]
Menurut seorang sejarawan, mahasiswa ilmu pengetahuan alam sangat cocok untuk pekerjaan intelijen karena mereka memiliki orientasi praktis dan terbiasa bekerja di lapangan. Selain itu, aktivitas mereka dalam bidang fotografi di alam sering kali tidak menimbulkan kecurigaan.[3]
Pada tahun 1943, Løken memperoleh izin untuk memasuki Hardangervidda, sebuah area militer yang dibatasi aksesnya. Dengan kedok sebagai peneliti genus Bombus, ia berhasil mendapatkan izin dari Reichskommissar Josef Terboven, pemimpin tertinggi Jerman di Norwegia. Dengan kebebasan bergerak di area tersebut, ia berhasil memotret jalan, jembatan, dan fasilitas militer lainnya. Di Hardangervidda, ia memiliki akses ke kamar gelap tempat ia mengembangkan foto untuk keperluan entomologi dan intelijen. Sejak tahun 1941, ia juga menggunakan laboratorium di Departemen Biologi pada malam hari untuk fotografi ilegal.[2]
Selain mengumpulkan informasi sendiri, ia juga bertanggung jawab atas penyortiran materi intelijen yang dikirim ke markas XU di Oslo. Biasanya, ia mengantarkan dokumen ini dengan bersepeda di tengah malam. Sebagai peringkat keempat dalam organisasi tersebut, ia termasuk sedikit orang yang mengetahui lokasi pasti markas XU.[2]
Jika penyamarannya terbongkar, ia selalu membawa pil sianida untuk bunuh diri. Selain itu, ia menyimpan pistol, bom pembakar, dan granat tangan di kamarnya. Ia berhasil menghindari penangkapan pada 16 Desember 1943.[2]