Sinopsis
Di malam yang sangat indah di tengah kota Jakarta sepertinya di kota Kemayoran, Yudha mengikuti trek-trekkan motor. Yudha begitu memesona karena Yudha begitu sangat tampan sehingga banyak orang yang melihatnya. Ada juga Rena, gadis cantik dan manja yang akan mengibarkan bendera memulai pertandingan trek-trekkan motor. Namun, selendang yang dijadikan Rena sebagai bendera malah terbang sehingga selendang itu menutupi wajahnya Yudha. Rena pun memutuskan untuk mengambil selendang itu dan Yudha sudah membuka selendang dari wajahnya itu. Rena pun melihat Yudha dengan penuh kekaguman karena Yudha adalah laki-laki yang sangat tampan. Adapun juga Revan, laki-laki macho dan keren yang merupakan kakak dari Rena. Pertandingan trek-trekkan motor pun dilaksanakan. Revan, Yudha dan pembalap motor lain pun bersiap untuk mengikuti balapan itu. Rena juga menjadi gadis pengibar bendera itu dengan menggunakan selendangnya untuk memulai pertandingan trek-trekkan motor. Pertandingan itu dimulai dengan sangat meriah, banyak orang yang menyaksikannya dan pertandingan itu dimenangkan oleh Yudha. Rena yang melihat Yudha menjadi pemenang dari balap motor itu merasa kagum sehingga Rena memotret Yudha dengan menggunakan ponselnya.
Keesokan harinya, telah terjadi masalah di perusahaannya Dharma. Dharma mengalami kebangkrutan di perusahaannya karena perusahaannya mengalami piutang. Dharma pusing memikirkan perusahaannya dan perusahaannya harus ditolong. Ada juga Cathy, seorang wanita yang cantik, ambisius, kejam dan licik yang mendatangi Dharma di perusahaannya Dharma. Cathy melihat Dharma yang sedang pusing memikirkan perusahaannya itu hanya tersenyum licik dengan apa yang sudah dialami oleh Dharma. Di lain sisi. Yudha dan Ajeng pun sudah memasuki dunia kampus sehingga mereka telah sampai di kampus Pertiwi. Mereka juga berjumpa dengan Fathir dan Vita. Ajeng yang sudah mendapatkan pekerjaan sebagai sales motor dan ia akan memulai pekerjaannya tersebut. Yudha yang melihat namanya dan nama Ajeng di papan pengumuman pun bertemu dengan Rena. Ternyata, Rena satu kampus dengan Yudha dan Rena jatuh cinta kepada pandangan pertama kepada Yudha. Di tempat pekerjaannya Ajeng yang baru, Revan tidak sengaja menabrak Ajeng sehingga itu yang membuat Ajeng merasa agak elfeel dan grogi karena itu adalah hari pertama Ajeng untuk berkerja sebagai sales motor. Ajeng pun berbincang-bincang dengan Revan tanpa tidak diketahui bahwa Ajeng telah mencela bos dari showroom motor itu adalah laki-laki yang sudah tua dan pantas untuk masuk ke sekolah kepribadian. Revan mendengar hal itu dari Ajeng hanya tersenyum kecil dan ada karyawan dari showroom motor itu memanggil Revan dengan nama Pak Revan dan itu artinya Revan adalah bos dari showroom motor itu. Ajeng mendengar hal itu merasa kaget dan malu karena dia sudah mencela bos dari showroom itu.
Pada malam harinya, Rena melihat terus fotonya Yudha di laptopnya. Yudha yang begitu sangat tampan membuat Rena semakin jatuh cinta kepada Yudha. Tiba-tiba ponselnya Rena pun berbunyi dan Rena pun mengangkat panggilan dari ponselnya Rena, tetapi Rena tidak mendengar suara orang yang ditelfon karena adanya susah sinyal sehingga itu yang membuat Rena pergi. Cathy yang melihat fotonya Yudha pun menyangkal kalau Yudha sudah membuat Rena jatuh cinta dan Cathy pun melihat koran yang ternyata Yudha adalah anak dari Dharma.
Di taman, Ajeng pun mengobrol tentang kejadian yang sudah dialaminya di showroom kepada Yudha dan Yudha malah tertawa. Ajeng merasa agak jengkel dan kesal dengan Yudha yang tertawa. Namun, kejengkelan dan kekesalan Ajeng hilang karena Yudha sudah membuatnya tertawa karena ternyata Yudha cemburu dengan bosnya Ajeng. Yudha dan Ajeng pun saling canda tawa di taman karena mereka sudah pacaran dari kelas 1 SMA.
Keesokan harinya, Ajeng yang sambil memegang ponsel dan berbicara dengan Viitha malah ditabrak sama seorang mahasiswa lain sehingga itu yang membuat ponselnya Ajeng jatuh ke tanah. Rena yang memutuskan untuk mengambil ponselnya Ajeng hampir nyaris ditabrak sama pengendara motor tetapi syukur Rena tidak kenapa-kenapa. Ajeng pun berterima kasih kepada Rena karena Rena udah rela mengambil ponselnya dengan cara hampir nyaris ditabrak sama pengendara motor. Rena pun mengembalikan ponselnya Ajeng kepada Ajeng sambil Ajeng saling kenalan dengan Rena begitu juga dengan Vita yang saling berkenalan dengan Rena. Ajeng merasa sangat senang karena mendapatkan sahabat baru dan sahabat baru itu adalah Rena.
Pada saat pulang kampus, Cathy pun mencari informasi tentang Yudha dan Cathy pun melihat Yudha sedang bersama dengan Ajeng yang merupakan pacar Yudha. Cathy melihat Ajeng diantar sama Yudha ke showroom tempat Ajeng berkerja dan ternyata tempat showroom Ajeng berkerja itu adalah miliknya Revan yang merupakan anak angkat dari Cathy. Ajeng berkerja di showroom motor sampai Ajeng mendapatkan masalah di showroom. Ajeng di fitnah karena Ajeng menjual motor tanpa meminta uangnya dulu. Mendengar hal itu, Revan berusaha untuk membebaskan Ajeng dari penjara karena Ajeng sudah dibawa oleh polisi dan Ajeng ditahan di penjara. Yudha juga berusaha untuk membebaskan Ajeng dari penjara karena Yudha merasa tidak tega dengan Ajeng yang ada di penjara. Ajeng pun merasa sedih di penjara dan Vita pun meminta bantuan daddy-nya yaitu Sukmo Agung untuk membebaskan Ajeng dari penjara. Akhirnya, Ajeng pun bebas dari penjara dan Yudha pun memeluk Ajeng yang sudah bebas dari penjara.
Di perusahaannya Dharma, Dharma terus memikirkan perusahaannya dan Cathy akan menolong Dharma untuk melunasi utang-utang perusahaannya Dharma dengan satu syarat yaitu Yudha harus bertunangan dengan anaknya. Ternyata, Anaknya Cathy itu adalah Rena dan itu yang membuat Dharma berpikir kalau Yudha harus melepaskan Ajeng buat selamanya.
Malam harinya di rumahnya Dharma. Dharma sangat pusing dan Natasya pun melihat hal itu. Dharma cerita tentang hal itu kepada Natasya dan Yudha juga mendengar hal itu. Yudha pun merasa kaget dan tidak mau melepaskan Ajeng dengan cara Yudha harus bertunangan dengan Anaknya Cathy. Yudha pun pergi dari rumah dan Yudha merasa frustasi sedih di bawah siraman hujan karena Yudha tidak ingin melepaskan Ajeng. Di sisi lain, kontrakan Ajeng terbakar karena ada orang yang sudah membakarnya dan orang yang sudah membakar kontrakan Ajeng adalah orang-orang suruhannya Cathy. Ajeng merasa kaget dan tidak menyangka dengan melihat kontrakannya terbakar sampai-sampai warga setempat membantu Ajeng yang sudah pingsan untuk keluar dari kontrakan yang terbakar itu. Ajeng melihat kontrakannya terbakar menangis dibawah hujan sampai-sampai dia menelfon Yudha untuk menemaninya. Yudha pun menemani Ajeng dibawah siraman hujan dan Yudha tidak pernah pergi meninggalkan Ajeng.