Meraih ketenaran sebagai seorang perwira jenderal selama Perang Semenanjung, Wellesley dipromosikan menjadi marsekal lapangan setelah memimpin pasukan pimpinan Inggris meraih kemenangan melawan tentara Prancis di Pertempuran Vitoria pada tahun 1813. Menyusul pengasingan pertama Napoleon pada tahun 1814, pengasingan pertama pada tahun 1814, ia menjabat sebagai Duta Besar Inggris untuk Prancis dan diangkat menjadi Adipati Wellington. Selama kampanye Seratus Hari pada tahun 1815, Wellington memimpin pasukan lain yang dipimpin Inggris yang, bersama dengan pasukan Prusia di bawah pimpinan Marsekal Lapangan Gebhard von Blücher, mereka mengalahkan Napoleon di Waterloo.
Setelah mengakhiri karier militernya yang aktif, Wellington kembali ke dunia politik, menjadi anggota terkemuka dari partai Tory Inggris. Ia menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 1828 hingga 1830, serta sebagai perdana menteri sementara selama kurang dari sebulan pada tahun 1834. Wellington mengawasi pengesahan Undang-Undang Pembebasan Katolik Roma 1829 dan menentang Undang-Undang Reformasi 1832. Ia terus menjadi salah satu tokoh terkemuka di House of Lords hingga masa pensiunnya pada tahun 1846 dan tetap menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata hingga kematiannya pada tahun 1852.
Selama masa dinas militernya, Adipati Wellington dihargai dengan berbagai gelar bangsawan baik dari Britania Raya maupun oleh sekutunya.[2] Berikut merupakan gelar bangsawan yang ia raih selama hidupnya.
Britania Raya
Baron Douro Wellesley dari Kabupaten Somerset – 26 Agustus 1809[3]
Viscount Wellington dari Talavera dan dari Wellington di Kabupaten Somerset – 26 Agustus 1809[3][4]
Kakaknya, William memilih nama Wellington karena kedengaran mirip dengan nama keluarga Wellesley yang berasal dari desa Wellesley di Somerset, tidak jauh dari Wellington, Somerset. Karena Wellington tidak kembali ke Britania Raya untuk menerima gelar tersebut karena terbuntut perang melawan Napoleon Bonaparte di Perang Kemerdekaan Spanyol sampai selesai, ia menerima seluruh gelarnya dan dikenalkan kepada Dewan Rakyat Britania Raya dengan seluruh gelar tersebut sebagai Baron, Viscount, Earl, Marquis, dan Adipati dalam sehari.[6]
Tongkat Adipati Wellington; dari ukiran di The Illustrated London News yang dicetak setelah kematiannya. 1. Portugal; 2. Prusia; 3. Inggris; 4. Belanda; 5. Spanyol; 6. Hanover (berbaring di seberang ukiran); 7.Austria; 8. Rusia.
Ia merupakan salah satu Jenderal Besar Britania Raya dan juga bertindak sebagai Panglima Tertinggi. Selain Britania Raya, Wellesley juga menerima pangkat Jenderal Besar oleh Austria, Hannover, Prusia, Rusia, Belanda, Spanyol dan Portugal.[8][9]
Setiap bangsa yang ditulis diatas juga memberikan tongkat komando sebagai simbol pangkat militernya.
Julukan
Ia dikenal dengan sebutan Adipati Besi (Iron Duke) karena karier politiknya, bukan masa dinas militernya. Julukan ini kadang dipakai secara sembrono.[10][11][12] Julukan ini kemungkinan muncul setelah 1832 saat Wellington memasang penyangga besi di jendela Apsley House untuk tidak membiarkan pengunjuk rasa untuk melempar batu menghancurkan jendelanya.[13][14] Istilah ini mungkin menjadi semakin populer dengan kartun Punch yang diterbitkan pada tahun 1844–45.[15][16]
Napoleon Bonaparte mengejeknya sebagai "Jenderal Sepoi" karena karier militer di India melawan Tippu Sultan di Perang Mysore. Nama ini digunakan di surat kabar Prancis Le Moniteur Universiel dan digunakan sebagai propaganda.[17] Sementara pihak sekutunya memujinya. TsarAleksandr I dari Rusia memanggil Adipati Wellington sebagai "Le vainqueur du vainqueur du monde", yang artinya penakluk penakluk dunia. Aleksandr I bermaksud untuk menyatakan bahwa Adipati Wellington telah menaklukkan sang penakluk dunia, yakni Napoleon Bonaparte.[18]
Senama
Nama tempat
Wellington kerap dipakai sebagai nama gedung, nama jalan di belahan bagian Kekaisaran Britania Raya. Yang paling terkenal adalah ibukota Selandia Baru, Wellington yang disenamakan dengannya.[19] Contoh lain ada Gunung Wellington yang ada di Tasmania.
↑James William Edmund Doyle (1886). "Wellington". The Official Baronage of England: Showing the Succession, Dignities, and Offices of Every Peer from 1066 to 1885. Vol.3. London: Longmans Green and Co. hlm.615–620.
↑James William Edmund Doyle (1886). "Wellington". The Official Baronage of England: Showing the Succession, Dignities, and Offices of Every Peer from 1066 to 1885. Vol.3. London: Longmans Green and Co. hlm.615–620.
↑Freeman's Journal (1830a): "Notes: If the Irish Question be lost, Ireland has her Representatives to accuse for it still more than the iron Duke and his worthy Chancellor"