Tulisan
Levy telah menjadi staf penulis di majalah The New Yorker sejak tahun 2008. Di situ dia telah menulis profil Cindy McCain, Silvio Berlusconi, Edith Windsor, Caster Semenya, Lamar Van Dyke, Mike Huckabee dan Callista Gingrich. Levy menjadi editor kontributor di majalah New York selama 12 tahun. Di situ dia menulis tentang John Waters, Stanley Bosworth, Donatella Versace, penulis George W. S. Trow, feminis Andrea Dworkin, dan seniman Ryan McGinley dan Dash Snow. Levy telah mengeksplorasi isu-isu mengenai penggunaan narkoba di Amerika, peran gender, sejarah dan budaya lesbian, serta popularitas budaya pop AS seperti Sex and the City. Beberapa artikel ini menyinggung pemikiran pribadi Levy tentang status feminisme modern.
Levy mengkritik serial video porno Girls Gone Wild setelah dia mengikuti kru kameranya selama tiga hari, mewawancarai pembuat serial dan para wanita yang muncul di video, dan mengomentari konsep serial dan pesta pora yang dia saksikan. Banyak wanita muda yang diajak bicara oleh Levy percaya bahwa cabul (bawdy) dan bebas (liberated) itu identik.
Pengalaman Levy di tengah-tengah Girls Gone Wild muncul lagi dalam buku Female Chauvinist Pigs. Dalam buku itu, dia mencoba untuk menjelaskan "mengapa wanita muda saat ini merangkul aspek cabul dari budaya kita yang kemungkinan akan menyebabkan nenek moyang feminis mereka muntah." Dalam budaya saat ini, tulis Levy, gagasan seorang wanita yang berpartisipasi dalam kontes kaos basah atau merasa nyaman menonton pornografi eksplisit telah menjadi simbol kekuatan; dia mengatakan bahwa dia terkejut melihat betapa banyak orang, baik pria maupun wanita, yang bekerja untuk program-program seperti Girls Gone Wild mengatakan kepadanya bahwa budaya "cabul" yang baru ini bukan menandai kejatuhan feminisme tetapi kemenangannya, tetapi Levy tidak tergoyahkan.
Karya Levy diantologikan dalam The Best American Essays of 2008, New York Stories, dan 30 Ways of Looking at Hillary.
Pada tahun 2013, The New Yorker menerbitkan esainya, "Thanksgiving in Mongolia" tentang kehilangan putranya yang baru lahir pada usia 19 minggu saat bepergian sendirian di Mongolia.[8] Pada bulan Maret 2017, Random House menerbitkan buku Levy, The Rules Do Not Apply: A Memoir, tentang kegugurannya, perselingkuhan, kecanduan alkohol pasangannya, dan akhirnya perceraian mereka.[9][10]
Levy adalah ko-penulis untuk autobiografi Demi Moore tahun 2019, Inside Out.[11]
Pada bulan April 2020, Levy menulis artikel kontroversial untuk The New Yorker tentang Renee Bach, seorang misionaris kulit putih Amerika yang dituduh berpura-pura menjadi seorang tenaga medis dan melakukan prosedur pada anak-anak Uganda.[12] Levy mengambil pandangan simpatik terhadap Bach. Kelompok No White Saviors, yang salah satu pendirinya, Kelsey Nielsen, diwawancarai untuk artikel tersebut, menuntut pencabutan penuh dan permintaan maaf, mengklaim Nielsen disalah kutip dan didiskreditkan, dan bahwa Levy "kurang mewakili dan memanipulasi" pengalaman para korban yang dituduh dan dengan sengaja tidak menyertakan bukti terhadap Bach dalam artikel tersebut.[13]