Bangunan rusak, kereta no. 1 ringsek, banyak korban jiwa
Tewas
16
Cedera
23
Sekitar pukul 18.08 waktu setempat pada 3 September 2025, sebuah kereta kabel bukit Elevador da Glória yang menghubungkan Bairro Alto dan Lapangan Restauradores di Lisboa, Portugal, tergelincir pada awal jam sibuk sore hari. Kecelakaan ini mengakibatkan 16 orang tewas[1][2] dan 23 orang luka-luka. Laporan menyebutkan bahwa kereta gantung tersebut berada di puncak bukit ketika tergelincir, dan melaju tak terkendali menuruni bukit sebelum menabrak sebuah bangunan di dekat kaki bukit.
Penyelidikan atas insiden ini diluncurkan oleh Kantor Pencegahan dan Penyelidikan Kecelakaan dalam Penerbangan Sipil dan Kereta Api dan Carris, operator angkutan umum Lisboa. Hari berkabung nasional ditetapkan setelah kecelakaan tersebut.
Latar belakang
Kereta no.1 di stasiun bawah trem yang difoto pada bulan April 2014
Elevador da Glória adalah salah satu dari tiga jalur kereta bukit jalanan yang beroperasi di Lisboa. Dengan kapasitas 43 penumpang per gerbong, kereta ini melayani rute antara Bairro Alto dan Lapangan Restauradores.[3][4] Kedua gerbong yang dihubungkan dengan kabel pengangkut menggunakan motor listrik sebagai penggerak.[5] Jalur ini membentang sekitar 265 meter (870ft) dan beroperasi di atas jalur landai. Kereta ini ditetapkan sebagai monumen nasional pada tahun 2002 dan merupakan moda angkutan populer bagi wisatawan dan penduduk setempat.[6]
Pada tanggal 7 Mei 2018, salah satu gerbong tergelincir karena kurangnya perawatan pada rodanya. Tidak ada korban luka.[7]
Pemeliharaan kereta gantung Lisboa telah dialihdayakan sejak tahun 2011. Lelang publik terakhir untuk pemeliharaan dibuka pada tahun 2022, yang diikuti oleh empat perusahaan. Setelah itu, Carris menandatangani kontrak dengan MAIN - Maintenance Engineering,[8] senilai satu juta euro, yang mencakup Bica, Lavra, dan Santa Justa. Menurut serikat pekerja Carris, karyawan perusahaan tersebut telah berulang kali melaporkan buruknya pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh MAIN.[9]
Elevador da Glória terakhir kali menjalani pemeliharaan umum, yang diadakan setiap empat tahun, pada tahun 2022. Pemeliharaan langsung terakhirnya, yang diadakan setiap dua tahun, dilakukan antara tanggal 26 Agustus dan 30 September 2024, yang merupakan pemeliharaan terakhir sebelum kecelakaan.[10][11] Beberapa jam setelah bencana tahun 2025, Direktur Utama Carris Pedro de Brito Bogas[pt] (menjabat sejak Mei 2022[12][13]) menyatakan kepada pers bahwa "protokol pemeliharaan diikuti dengan cermat" oleh MAIN dan termasuk pemeriksaan harian, pekanan, bulanan.[8][14]
Insiden sebelumnya terjadi pada Mei 2018, ketika salah satu gerbong anjlok karena kurangnya pemeliharaan rodanya, meskipun nama kontraktor pemeliharaan pihak luar yang memasok pemeliharaan pada saat itu tidak disebutkan di media.[7] Tidak ada korban luka.[15]
Anjlokan
Stasiun bawah trem yang difoto pada bulan Juli 2012
Kecelakaan kereta kabel terjadi sekitar pukul 18.05 waktu setempat, pada awal jam sibuk sore hari.[4] Menurut surat kabar berbahasa Portugis bermarkas di Luksemburg Contacto, gerbong atas menabrak sebuah bangunan dan hancur.[16] Saksi mata mengatakan gerbong kedua yang naik dari dasar lereng awalnya tersentak dan menghantam trotoar. Saat saksi mata mencoba mengeluarkan penumpang dari gerbong yang berhenti, gerbong lain dari atas lereng turun tak terkendali sebelum menabrak sebuah bangunan[17] di sebuah tikungan[18] di sepanjang Rua da Gloria dekat Avenida da Liberdade, dekat bagian bawah jalur.[19][20] Satu orang di trotoar dilaporkan tertabrak gerbong saat terguling.[21] Gerbong kedua di kaki bukit tidak mengalami kerusakan tetapi penumpangnya melompat dari jendela ketika kecelakaan terjadi.[5]
Rekaman di media sosial menunjukkan kendaraan yang hancur itu tergeletak miring setelah kecelakaan.[4] Menurut Rádio e Televisão de Portugal, mengutip pihak berwenang setempat, kereta api tersebut mengangkut lebih dari 40 orang pada saat kecelakaan.[22] Surat kabar Portugal Observador dan pemadam kebakaran Lisboa mengatakan kabel yang longgar menyebabkan kendaraan itu kehilangan kendali dan menabrak gedung.[23][24]
Setelah kecelakaan itu, 62 petugas penyelamat dan 22 kendaraan darurat tiba di tempat kejadian.[25] Enam belas[26][27] orang tewas dan 21 lainnya luka-luka,[21] termasuk lima orang yang berada dalam kondisi kritis.[3][28] Pihak berwenang Lisboa mengatakan beberapa warga negara asing termasuk di antara mereka yang tewas.[29]
Lima warga negara Portugis, dan sebelas warga negara asing teridentifikasi sebagai korban tewas; semuanya adalah orang dewasa.[31][32] Korban tewas dari warga negara Portugis diidentifikasi sebagai juru rem André Marques dan empat anggota staf organisasi amal Santa Casa da Misericórdia, yang kantor pusatnya terletak di bukit tempat kereta kabel tersebut beroperasi.
Di antara yang terluka, lima orang adalah warga negara Portugis sementara yang lainnya adalah warga negara asing.[25][33] Seorang anak berusia tiga tahun termasuk di antara yang terluka.[34]
Tanggapan
Google Search di Portugal pada 5 September setelah kecelakaan
Semua layanan kereta api kabel di kota itu ditangguhkan oleh Câmara Municipal de Lisboa, yang juga mengarahkan agar layanan tersebut segera diperiksa.[18] Polícia Judiciária mengumumkan pembentukan saluran telepon dan email untuk digunakan oleh keluarga dan teman dekat para korban, serta entitas resmi, untuk informasi tentang insiden tersebut.[10] Puing-puing dari lokasi kecelakaan dibersihkan dari 4 hingga 5 September.[35]
Hari berkabung nasional diperingati di Portugal pada 4 September, sementara Lisbon memperingati tiga hari berkabung.[22] Misa untuk mengenang para korban diadakan di Igreja de São Domingos di Lisbon pada malam tanggal 4 September, dan dihadiri oleh presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa, perdana menteri Luís Montenegro, dan wali kota Lisbon Carlos Moedas.[32] Peringatan lain diadakan di Igreja de São Roque di Lisbon pada 5 September.[36][37]Parlemen Eropa mengibarkan bendera setengah tiang. Presiden Rebelo, Komisi Eropa, dan Spanyol membuat pernyataan sebagai tanggapan atas kecelakaan tersebut.[3]
12"Maintenance of derailed tram is ensured "scrupulously" - PPulse" (dalam bahasa Inggris). 2025-09-03. Diakses tanggal 2025-09-04. president of Carris stated that the maintenance… has been undertaken by an external company, Main Energy, for 14 years, and an investigation is underway to determine if a maintenance issue was involved. "The maintenance protocol was scrupulously followed," stated Brito Bogas, emphasizing that the last major maintenance of the Elevador da Glória occurred in 2022, with general maintenance scheduled every four years. The plan also includes weekly, monthly, and daily inspections, all of which were performed.