AngkatanBersenjata Republik Tiongkok (ABRT; Hanzi:中華民國國軍; Pinyin:Zhōnghuá Mínguó Guójūn) adalah angkatan bersenjata Republik Tiongkok (Taiwan), yang sebelumnya berbasis di Tiongkok daratan dan saat ini berada di yurisdiksi yang tersisa yang termasuk pulau Taiwan, Penghu, Kinmen, Matsu, dan pulau RT kecil lainnya seperti Pulau Taiping di Laut Tiongkok Selatan.[4]
Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok adalah militer nasional Taiwan. Angkatan bersenjata ini umumnya disebut sebagai Angkatan Bersenjata Nasional (Hanzi:國軍; Hanyu Pinyin:Guójūn; Tongyong Pinyin:Guójyūn; Wade–Giles:Kuo²-Chün¹; harfiah: 'Tentara Nasional') untuk membedakannya dari Tentara Pembebasan Rakyat.
Ketika pemerintah Republik Tiongkok berkuasa di Tiongkok daratan, tentaranya adalah Angkatan Darat Revolusioner Nasional sebelum berganti menjadi Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok pada tahun 1947 karena implementasi Konstitusi Republik Tiongkok. Tentara ini secara historis disebut sebagai Angkatan Bersenjata Nasional Tiongkok (ABNT) sebelum pendirian Republik Rakyat Tiongkok. Nama ini terus digunakan secara internasional oleh sejumlah negara sampai tahun 1970-an.
Sejarah
Era Daratan
Sebelum tahun 1947, Angkatan Bersenjata RT dikenal sebagai Angkatan Darat Revolusioner Nasional yang didirikan oleh Sun Yat-sen di Guangdong pada tahun 1924. Pada masa itu, Republik Tiongkok terpecah-belah di bawah kekuasaan para panglima perang sejak Revolusi 1911, sehingga Sun Yat-sen ingin membentuk angkatan bersenjata yang berada di bawah kendali politik Partai Nasionalis China (Kuomintang). Sun Yat-sen menerima bantuan Uni Soviet dalam membangun sistem militer dan partai yang bercorak Soviet.[5][6] Sebagai bagian dari upaya ini, Akademi Militer Whampoa didirikan pada 1 Mei 1924 dengan pelatih dan peralatan dari Soviet. Akademi Whampoa menghasilkan perwira-perwira yang telah menerima indoktrinasi politik dan setia terhadap cita-cita Revolusi serta Partai Kuomintang.[6][7] Sebuah Departemen Politik dibentuk dalam angkatan darat untuk melatih perwira politik yang bertugas mempertahankan kontrol ideologis dan sipil Kuomintang.[8]
Per tahun 2024, jumlah personel aktif angkatan bersenjata diperkirakan berkisar antara 150.000[13] hingga 169.000 personel,[14] dengan cadangan militer sekitar 1,657 juta personel. Pemerintah Taiwan memberlakukan wajib militer selama 12 bulan bagi warga negara pria Taiwan mulai tahun 2024.[15] Sementara itu, imigran dari Tiongkok Daratan harus menetap di Taiwan selama 20 tahun sebelum dapat mendaftar sebagai sukarelawan militer dan dibebaskan dari wajib militer.
Pada tahun 2025, pemerintah Taiwan meningkatkan tunjangan bulanan bagi personel sukarelawan menjadi NT$30.000 (sekitar US$1.000), yang hampir dua kali lipat dari jumlah sebelumnya.[16]
Organisasi
Cabang dan struktur militer
Kepala profesional Angkatan Bersenjata adalah Kepala Staf Umum, yang bertanggung jawab kepada struktur komando sipil di bawah Menteri Pertahanan Nasional dan Presiden RT.[17] Di bawah Kepala Staf Umum terdapat Wakil Kepala Staf Umum Eksekutif dan dua Wakil Kepala lainnya yang mengawasi Departemen Perang Politik serta beberapa Deputi Kepala Staf Umum. Masing-masing Deputi memimpin seksi khusus: J-1 (personel), J-2 (intelijen), J-3 (operasi), J-4 (logistik), dan J-5 (perencanaan). Markas besar setiap cabang angkatan bersenjata berada di bawah komando Staf Umum.[18]
Cabang komando berikut berada langsung di bawah Staf Umum.[17][18]
Administrasi Penjaga Pantai dibentuk pada tahun 2001 dari unit kepolisian dan militer terkait dan dikelola oleh Yuan Eksekutif dan dapat digabungkan sebagai cabang militer selama masa darurat tetapi sebagian besar tetap berada di bawah kendali sipil.