Angkara Murka adalah sebuah film horormisteri Indonesia tahun 2025 yang disutradarai Eden Junjung, dan dibintangi oleh Raihaanun, Aksara Dena, Simhala Avadana, Whani Darmawan, dan Rukman Rosadi.[1] Film ini berkisah mengenai Ambar sebagai seorang ibu muda yang terpaksa bekerja di tambang pasir setelah suaminya menghilang secara misterius. Namun, yang dihadapinya bukan hanya kerasnya kehidupan, tetapi juga horor tak terlihat yang memicu luka lama dan trauma.
Film Angkara Murka berlatar di sebuah pertambangan pasir. Cerita ini berfokus pada Ambar (Raihaanun) yang mencari keberadaan suaminya, Jarot (Aksara Dena), yang menghilang tanpa jejak di lokasi tambang pasir tempat ia bekerja.
Ambar bersama anaknya pun nekat mendatangi lokasi tambang tempat kerja suaminya, berharap mendapat penjelasan mengenai suaminya yang hilang. Sesampainya di sana, Ambar bertemu dengan pimpinan pertambangan tempat suaminya bekerja, yakni Raden Broto (Whani Darmawan). Raden merupakan sosok pimpinan yang kejam dan korup. Raden mengekploitasi alam dan juga para pekerja. Upah yang diberikan kepada pekerjanya bahkan tidak layak. Raden yang memiliki sifat kejam pun tidak menanggapi rasa cemas Ambar dengan serius. Raden bahkan menyebut suami Ambar tersebut hilang diambil iblis. Di sisi lain, tambang tersebut diyakini dijaga oleh kekuatan tak kasat mata. Dan warga desa percaya bahwa kelancaran operasi tambang itu menuntut tumbal manusia.
Selama pencariannya, Ambar mulai menyadari bahwa hilangnya Jarot bukan sekadar kecelakaan kerja. Dibantu oleh Lukman (Simhala Avadana), seorang pekerja yang diam-diam menentang kekuasaan Raden, mereka berjuang bersama melawan penguasa yang kejam dan korupsi. Mereka juga menelusuri dugaan praktik mistis yang dilakukan Raden untuk menjaga tambang tersebut. Hingga suatu hari, Ambar mendapati anaknya dalam bahaya. Ketegangan meningkat ketika Ambar menghadapi dilema antara melindungi anaknya atau membongkar kebusukan yang menggerogoti desa tersebut.[3]