Pada tahun 1920, Aneta pindah ke gedung baru yang terletak di lokasi yang sekarang bernama Jalan Antara di Jakarta. Fasad gedung direnovasi menjadi bangunan yang lebih mencolok dengan menara jam pada tahun 1930. Gedung tersebut masih berdiri tegak, tetapi kondisinya memprihatinkan.[3]
Pada tahun 1941, Aneta telah menjadi kantor berita semi-resmi pemerintah Hindia Belanda.[4] Operasional kantor berita tersebut dibatasi di bawah pendudukan Jepang, dan akhirnya ditutup pada tahun 1946. Aneta mengubah namanya menjadi Pers Biro Indonesia pada tahun 1954 dan kemudian bergabung dengan kantor berita saingannya, Antara, pada tahun 1963.[2]