Andréa de Balmann (24 April 1913–6 Februari 2007) merupakan seorang dokter asal Polinesia Prancis.
Riwayat keluarga dan pendidikan
Andréa de Balmann lahir pada 24 April 1913 di Makatea, Tuamotus. Ayahnya, Louis de Balmann (1881-1952),[1] bekerja di Perusahaan Fosfat Prancis di Oceania ketika Andréa lahir.[2] Ibunya, Augustine Haamoe Lecaill (1887-1918), meninggal dunia akibat wabah flu Spanyol pada tahun 1918.[3] Saat berusia 11 tahun, Andréa melanjutkan pendidikannya ke Prancis dan pada tahun 1936 meraih diploma sebagai dokter gigi. Tiga tahun kemudian, pada 1939, ia memperoleh gelar dokter dan menjadi perempuan Polinesia pertama yang berhasil meraih gelar tersebut.
Setelah kembali ke Tahiti, Andréa de Balmann bergabung dalam "kelompok Mamao", sebuah gerakan yang terbentuk pada tahun 1940 untuk menghimpun dukungan dari wilayah koloni bagi Prancis Merdeka. Pada akhirnya, dukungan itu resmi dinyatakan pada 2 September 1940.[4]
Karier dalam dunia medis dan militer
Andréa de Balmann meniti karier panjang di bidang kesehatan setelah perang usai. Ia menjabat sebagai kepala bangsal bersalin di Rumah Sakit Vaiami dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di Institut Louis-Malardé. Pada tahun 1960, ia mengambil alih pengelolaan apotek di Papeete. Sepanjang perjalanan kariernya, ia mengikuti berbagai program pelatihan di sejumlah tempat, termasuk di Paris, Noumea, dan University of California di Berkeley. Di sana, ia memperdalam ilmu di bidang dermatologi dan pediatri.
Andréa de Balmann meninggal dunia pada usia 93 tahun di Pirae, tepatnya pada 6 Februari 2007.
Pada tahun 1972 ia diangkat menjadi ksatria Ordre national du Mérite. Ia dipromosikan menjadi perwira pada tahun 1981, dan komandan pada tahun 1990. Pada tahun 1977 ia diangkat menjadi ksatria Legion of Honour. Ia dipromosikan menjadi perwira pada tahun 1997. Pada bulan Januari 1997 ia diangkat menjadi Komandan Ordo Tahiti Nui.
Meninggal dunia
Andréa de Balmann meninggal dunia pada tanggal 6 Februari 2007 di Pirae.
Kehidupan pribadi
Andréa de Balmann memiliki dua orang anak perempuan, salah satunya adalah Mareva Tourneux yang juga berprofesi sebagai dokter.
Penghargaan
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya di bidang kesehatan, bangsal bersalin di Rumah Sakit Pusat Polinesia Prancis yang terletak di Pirae kini mengabadikan namanya.