"Tidak ada raja yang kuat oleh dirinya sendiri. Sepuluh atau lima belas raja mengikuti Hammurabi penguasa Babilon, seperti sejumlah Rim-Sin dari Larsa, sejenis Ibal-pi-el dari Eshnunna, jumlah seperti Amut-piʾel dari Qatanum, tapi dua puluh mengikuti Yarim-Lim dari Yamhad."
Sebuah prasasti batu dikirim ke Zimri-Lim dari Mari, menunjukkan bahwa Amut-piʾel memiliki lima belas raja vasal.[1]
Amut-piʾel II merupakan seorang raja Qatna pada abad ke-18 SM. Pemerintahannya dibuktikan di dalam arsip Mari pada sekitar tahun 1772-1762 SM,[2] setelah itu Mari dihancurkan oleh Hammurabi dari Babilon dan tidak ada informasi lebih banyak tentang Amut-piʾel.[3] Ia adalah putra raja Ishi-Addu,[2] putranya sendiri dan juga putra mahkota bernama Jaḫad-Abum tapi tidak diketahui apabila ahli waris ini berhasil menggantikannya atau tidak karena kekurangan sumber.[4] Amut-piʾel II mengunjungi Ugarit dan bertemu dengan raja Mari pada tahun 8 pemerintahan Zimri-Lim.[5]
Dalley, Stephanie (2002) [1984]. Mari and Karana, Two Old Babylonian Cities (Edisi 2). Gorgias Press. ISBN978-1-931956-02-4.
Van Koppen, Frans (2015). Pfälzner, Peter (ed.). "Qaṭna in altsyrischer Zeit". Qaṭna Studien Supplementa: Übergreifende und vergleichende Forschungsaktivitäten des Qaṭna-Projekts der Universität Tübingen (dalam bahasa Jerman). 2: Qaṭna and the Networks of Bronze Age Globalism. Proceedings of an International Conference in Stuttgart and Tübingen in October 2009. Harrassowitz Verlag. ISBN978-3-447-10350-3. ISSN2195-4305.