Biografi
Imamat
Wycisło ditahbiskan menjadi imam pada 7 April 1934, oleh Kardinal George Mundelein di University of St. Mary of the Lake.[1] Pada Perang Dunia II dan 1950an, ia bertugas dalam Catholic War Relief Services, mendirikan kamp pengungsi di Timur Tengah, India, dan Afrika. Ia kemudian mengkoordinasikan bantuan di seluruh Eropa Barat dan Timur untuk Polish American Relief Organization.[2] Wycisło adalah salah satu imam Amerika pertama yang masuk Polandia setelah perang.[3] Ia melaporkan bahwa pemerintahan komunis setelah perang di Polandia telah melarang penyebutan Sri Paus di pers dan gereja-gereja Polandia.[4]
Uskup Auksilier Chicago
Wycisło diangkat menjadi uskup auksilier Chicago oleh Paus Yohanes XXIII pada 7 Oktober 1960. Wycisło ditajbiskan di Katedral Nama Kudus di Chicago oleh Kardinal Albert Meyer pada 21 Desember 1960. [1]
Pada 1962, Meyer membujuk Wycisło untuk memimpin perayaan diosesan agung Milenium Kekristenan Polandia. Wycisło menangani seluruh persiapan, termasuk rencana untuk kunjungan primat Polandia, Kardinal Stefan Wyszyński.[5]
Wycisło bertugas sebagai bapa konsili dari sesi pertama Konsili Vatikan Kedua di Roma, dari 1962 sampai 1965. Wycisło menjabat sebagai anggota Komisi Uskup Amerika untuk Apostolat Awam, Misi dan Gereja Oriental. Ia bertemu dan berteman dengan Karol Wojtyła, Uskup Agung Krakow saat itu di polandia, yang kemudian menjadi Paus Yohanes Paulus II.[6]
Uskup Green Bay
Wycisło diangkat menjadi uskup Green Bay pada 8 Maret 1968, oleh Paus Paulus VI. Wycisło dilantik pada 16 April 1968.[7][1] Semboyan episkopalnya adalah Caritati Instate (Bertahan dalam Amal).
Pensiun dan warisan
Pada 17 Juni 1983, hari ulang tahunnya yang ke-75, Wycisło mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan uskup Green Bay kepada Vatikan. Ia masih aktif pada masa pensiun dengan mengadakan penguatan.
Saat kematian Aloysius Wycisło di Green Bay pada 2005 dalam usia 97 tahun, ia menjadi uskup tertua di Amerika Serikat. Ia juga menjadi salah satu dari sedikit uskup yang masih hidup yang menghadiri Konsili Vatikan Kedua.