Selama kariernya Alfian mencipta dan membawakan puluhan lagu. Umumnya lagu-lagunya sukses di pasaran dan berhasil merebut hati penggemarnya masa itu. Lagu-lagunya mampu melegenda, tak lekang dan terlupakan oleh waktu. Meski namanya sempat seolah terlupakan oleh generasi berikutnya, tetapi tidak dengan lagu-lagunya. Hingga saat ini lagu-lagunya masih sering diputar di berbagai stasiun radio dalam acara lagu nostalgia, tembang kenangan, dsb di seluruh Indonesia maupun di beberapa negara tetangga. Juga kerap dibawakan oleh penyanyi era setelahnya ataupun para pejabat yang menggemarinya dalam berbagai acara.
Keunggulan Lagu-lagunya
Salah satu kelebihannya adalah kebanyakan lagunya menggambarkan hidup dan cinta di tengah kesederhanaan namun sangat mengena di hati. Hal ini tampak pada tembang-tembang seperti Kasih Ibu, Kisah di Bulan April, Sahlawati, Anak Desa, Suling Bambu, Relakan, Hadiah Ulang Tahun, hingga Gadis Pujaan.
Alfian juga dikenal sebagai musisi yang memiliki banyak lagu romantis berlatar keindahan tempat dan panorama alam di Tanah Air. Umumnya mengangkat kisah cinta dengan mengambil setting beberapa tempat di Indonesia seperti Senja di Kaimana, Semalam di Cianjur, Sebiduk di Sungai Musi, Semalam di Kota Bogor, dan Sungai Kahayan . Semua dinyanyikan dengan irama Pop Country nan apik, mengingatkan pada Pat Boone, penyanyi Amerika yang terkenal pada masa itu.
Lewat tembang “Semalam di Cianjur” (1964), Alfian menceritakan Cianjur sebagai kota tempat kenangan cintanya. Berkat lagu ini Alfian Harahap pernah disambut luar biasa oleh khalayak anak muda Cianjur pada suatu malam sekitar pertengahan 1960-an. Hal itu karena ia telah membuat harum nama Cianjur ke seantero negeri. Konon, saat manggung di Wisma Karya Cianjur, Alfian sempat berkenalan dan ”digosipkan” jatuh cinta dengan seorang mojang Cianjur keturunan Tionghoa. Beberapa saat setelah Alfian manggung di Wisma Karya, tiba-tiba penyanyi kenamaan yang dalam aksi-aksinya sering meniru gaya Elvis Presley dan Pat Boone itu muncul dalam sebuah lagu berjudul Semalam di Tjiandjoer.[3]
Sama seperti lagu Semalam di Kota Cianjur, dalam lagu "Semalam di Kota Bogor" Alfian juga menceritakan tentang kisah cintanya di kota hujan. Bedanya, Pada lagu itu, Bogor dengan Kebun Raya Bogor dimunculkan, sebagai kota yang mengakhiri keindahan di antara banyak kota lainnya.
Satu lagu lain sangat berkesan adalah "Anak Desa". Lagu ini menceritakan seseorang yang mengembara di perantauan. Di tengah hidupnya yang sulit, ia tetap tabah. Dan ia berjanji, kelak akan berkumpul kembali dengan sanak keluarga. Cukup Mengharukan.
Lagu lainnya, Senja di Kaimana, menceritakan kenangan akan kisah cinta di Kaimana, Papua Barat dalam suasana sunset yang sangat mungkin lokasinya di pantai. Kedatangan seorang kekasih yang memberi usapan lembut bagi pribadi yang terluka. Sungguh romantis. Apalagi ternyata, lagu ini diciptakan oleh prajurit Trikora yang saat itu berjuang dalam Pembebasan Irian Barat. Cinta kasih tak lekang walau di tengah gejolak konflik yang memanas.
Selepas berakhirnya konfrontasi' Indonesia dan Malaysia pada tahun 1965/66 sempat diadakan pertukaran artis kedua negara. Acara ini disiarkan di stasiun televisi saat itu yakni TVRI. Alfian adalah salah satu artis yang mewakili Indonesia dengan membawakan lagunya 'Sahlawati'.
Disukai Berbagai Generasi
Dari Liputan6.com, Jakarta - Lagu Senja di Kaimana belakangan ini kembali ramai diputar oleh masyarakat. Gara-garanya adalah kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Provinsi Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kesempatan itu, Jokowi dan istrinya menyambangi Taman Kota Senja di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang menjadi tema utama lagu Senja di Kaimana milik penyanyi lawas Alfian tersebut. Jokowi pun mengunggah momen ketika ia berada di lokasi tersebut. Jokowi menambah, lirik yang ada di lagu "Senja di Kaimana" itu benar-benar mewakili perasaannya ketika berada di salah satu kabupaten di leher Burung Cendrawasih Pulau Papua.[5]
Dr. Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (2012-2017) yang pernah menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia, sangat sering (suka) menyanyikan lagu ini. Selama 15 tahun terakhir, apabila ia didaulat menyanyi di atas panggung, belian selalu membawakan lagu "Semalam di Tjiandjoer".[6]