Ghiyats bin Ghauts bin ash-Shalt bin Thariqah at-Taghlibi (bahasa Arab:غياث بن غوث بن الصلت بن طارقة التغلبيcode: ar is deprecated ), yang lebih dikenal sebagai al-Akhthal (bahasa Arab:الأخطلcode: ar is deprecated ), dan memiliki nama kunyah Abu Malik, adalah salah satu penyairArab terkenal dari zaman Umayyah. Ia berasal dari Bani Taghlib. Seperti para anggota suku lainnya, ia adalah seorang Nasrani.[2] Ia senang meminum arak dan tidak dapat menyusun puisi tanpa minum arak.[3]
Hubungan kedekatan antara Al-Akhthal dengan Bani Umayyah bermula ketika anak Muawiyyah, Yazid berniat untuk melancarkan ejekan kepada kaum Anshar. Pada mulanya Yazid meminta Ka'ab bin Ju'ail untuk melakukan hal tersebut, Namun ia menolak karena yang menjadi sasaran ejekan itu adalah Hassan bin Tsabit, salah seorang penyair Rasul dan yang juga seorang muslim. Ka'ab berkata bahwa ia tidak mau mengejek kaum yang menolong Rasulullah saw.[4] Penolakan Ka'ab itu disertai dengan usulan, supaya Yazid meminta bantuan kepada Al-Akhthal yang juga memiliki kemampuan yang hebat dalam berpuisi.[3]
12Zaidan, Jurji (2005). Tarikh Adab al-Lughah al-Arabiyyah. Vol.I. Beirut: Dar al-Fikr. hlm.268. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Al-Hasyimi, Ahmad (2018). Jawahir al-Adab fi Adabiyyat wa Insya Lughah al-Arabiyyah. Beirut: Dar Ibn Hazm. hlm.353. ISBN978-9953-81-634-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Daftar pustaka
Artikel inimenyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik:Thatcher, Griffithes Wheeler (1911). "Akhtal". Dalam Chisholm, Hugh (ed.). Encyclopædia Britannica. Vol.1 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm.456.;