Permulaan
Pada tahun 1983, Aishah memenangi sebuah acara mencari bakat di Kuala Lumpur. Kemudian ia ditawarkan menjadi artis perusahaan rekaman Life Records dan muncul dengan dua lagu bersama Malek Ridzuan dalam album Jilid 5 karya Malek. Lagu yang populer ialah "Mawar Putih Mawar Merah".
Setelah itu ia terbang ke Selandia Baru untuk menyambung pendidikan di jurusan Sains Politik di Universitas Auckland.
Di Selandia Baru, Aishah terus mencari peluang menyanyi. Pada 1986, dia memberanikan diri untuk mengikuti acara mencari bakat, "Telequest" dan mendapat posisi ketiga. Walaupun tidak menjadi juara, dia tetap terharu karena ia satu-satunya peserta Melayu ketika itu.
Sebuah band, Soul On Ice (Fan Club), yang sedang mencari vokalis pengganti, merekrut Aishah untuk menjadi vokalis mereka. Selain Aishah, Soul On Ice juga dianggotai Paul Moss (gitar), Malcolm Smith (keyboard), Dave Larsen (dram), dan Glenn Peters (bass). Bersama kelompok band itu, Aishah sempat merakamkan dua album, Sensation dan Respect The Beat.
Aishah dan Fan Club bukan saja sukses di Selandia Baru, Australia, dan Malaysia, tetapi juga berhasil menembus pasaran Amerika Serikat.
Penyanyi Solo
Kemunculan album solo perdananya adalah pada tahun 1990. "Aishah" terbitan Adnan Abu Hassan berisi 10 lagu termasuk satu instrumental "Camar yang Pulang". Malah untuk membuktikan kehebatannya mendendangkan lagu Melayu, dalam album itu Aishah menampilkan dua lagu berirama Melayu asli: "Bahtera Merdeka" dan "Syurga Di Telapak Kaki Ibu."
Semua sembilan lagu dalam album itu sukses di pasaran, tetapi "Janji Manismu", ciptaan Adam Ahmad dan lirik oleh Aishah, paling mendapat tempat di hati pendengar. Lagu itu kemudian dinobatkan sebagai lagu terbaik pada tahun 1990 oleh TV3, Malaysia.
Keberhasilan Aishah terus berlanjut dengan meraih gelar Artis Paling Populer dan Artis Wanita Paling Populer dalam Anugerah Bintang Populer yang diadakan oleh Salem, Berita Harian, dan RTM. Aishah juga turut memenangkan anugerah Penghibur TV Terbaik dalam Anugerah Seri Angkasa.
Mengikuti kesuksesan tersebut, muncul pula album keduanya, Aishah II terbitan Adnan Abu Hassan pada 1991 yang meletup dengan lagu "Kemaafan Dendam Yang Terindah" dan "Fatwa Pujangga". Tahun yang sama, Aishah muncul dalam film "Syakila" bersama Rahim Maarof dan Kuza. Walaupun berbakat sebagai aktris, tetapi film itu satu-satunya penampilan Aishah di layar lebar.
Seterusnya Aishah tampil pula dengan album Aishah III - Asia Sedunia (1992). Lagu yang popular adalah "Selanjur Bercinta". Namun pada tahun itu juga, Aishah dan anggota The Fan Club mengumumkan pembubaran mereka karena masalah internal.