Nagari Aie Angek memiliki potensi besar di bidang pertanian, khususnya pertanian sayur-mayur dan buah-buahan karena letak topografi kawasan nagari Aie Angek yang berada di Dataran Tinggi Minangkabau dan di kaki Gunung Marapi. Suhu udara yang dingin, curah hujan yang cukup, dan kelembapan yang tinggi mendukung aktivitas pertanian rakyat yang berfokus pada pertanian sayuran dan buah-buahan.[3]
Tingginya aktivitas pertanian dan perkebunan di kawasan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagaimana menciptakan aktivitas pertanian yang berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bertani, tetapi juga dalam bentuk agrowisata, sehingga masyarakat selain mendapatkan pendapatan dari hasil tani di ladang mereka juga mendapatkan tambahan pendapatan dari kegiatan bertani yang mereka lakukan.[3]
Selain itu, berlimpahnya produksi tanaman sayuran yang termasuk di dalamnya bumbu dapur di nagari Aie Angek memberikan kesempatan ke pada pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan nagari Aie Angek sebagai Kampung Bumbu Randang. Hal ini dikarenakan kekhawatiran bahwa banyaknya produk bumbu dapur khususnya bahan-bahan utama untuk produksi rendang berasal dari luar Sumatera Barat.[4]